Internasional

Evakuasi Bandara Riyadh, Negara Asing Minta Warganya Menjauh

evakuasi Bandara Riyadh
evakuasi Bandara Riyadh

Evakuasi Bandara Riyadh menjadi sorotan setelah lima negara meminta warganya menjauh dari lokasi pada Minggu (11/10/2026). Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat mengeluarkan imbauan itu usai serangan Houthi.

Perintah evakuasi sudah keluar di bandara, menurut saksi mata yang berbicara kepada AFP. Kedutaan besar sejumlah negara lalu memperingatkan warganya.

Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat meminta warganya menghindari Bandara Riyadh. Kelima negara itu juga meminta warganya mematuhi instruksi keamanan setempat.

Kedutaan Besar Spanyol memberi peringatan lewat platform X. Mereka menyebut adanya "serangan baru" Houthi terhadap bandara itu.

Alasan Peringatan: Serangan Houthi dan Penutupan Bandara

Peringatan itu muncul setelah kelompok Houthi dari Yaman menyerang Bandara Internasional King Khalid. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mencatat 12 orang tewas dan 309 orang terluka. Sejumlah korban luka masih dalam kondisi kritis, sedangkan beberapa rumah sakit terus memberikan penanganan medis.

Operasional bandara berhenti sementara akibat serangan itu. Penghentian berlangsung sampai pemeriksaan dan penilaian keselamatan fasilitas selesai.

Korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi dan dua warga Bangladesh. Masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan juga meninggal. Satu warga Amerika Serikat ikut menjadi korban tewas dalam serangan itu.

Imbauan KBRI Riyadh bagi WNI

Indonesia ikut memantau situasi. KBRI Riyadh menyatakan belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.

Per Desember 2025, tercatat 361.147 WNI berada di Arab Saudi. KBRI terus berkomunikasi dengan otoritas setempat dan memantau rumah sakit di Riyadh.

"WNI diimbau menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke kawasan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh," tulis KBRI lewat Instagram resminya.

Kedutaan juga meminta WNI tetap tenang dan mematuhi arahan otoritas setempat. Calon penumpang perlu mengonfirmasi status perjalanan kepada maskapai sebelum menuju bandara. Kedutaan Indonesia juga menegaskan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi, terutama di Riyadh.

Respons Amerika Serikat dan Konteks Kawasan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan segera memutuskan langkah berikutnya. Ia mempertimbangkan bergabung dalam serangan Saudi terhadap Houthi yang didukung Iran.

"Kami mungkin akan melakukannya dan akan mempertimbangkannya," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

"Kami baru saja mengetahui tentang serangan terkini itu, jadi kami akan mengambil keputusan," lanjutnya.

Peringatan lima negara menunjukkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga asing di Riyadh. Sampai pemeriksaan bandara selesai, warga dapat memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi, KBRI Riyadh, pihak bandara, dan maskapai.