Antrean BBM Bali mulai terurai sejak pertengahan Oktober 2026 setelah Pertamina Patra Niaga menambah pasokan, memperbaiki distribusi, dan menerapkan ganjil-genap di SPBU. Bahlil Lahadalia meminta sejumlah SPBU beroperasi 24 jam, tetapi pemulihan layanan belum sepenuhnya normal.
Gangguan bermula dari keterlambatan kapal pengangkut BBM menuju Pulau Dewata. Stok di sejumlah SPBU menipis, lalu warga berburu Pertalite hingga lintas wilayah. Antrean kendaraan pun mengular di Denpasar, Badung, Jembrana, dan beberapa daerah lain. Situasi itu mendorong otoritas daerah dan Pertamina menempuh langkah darurat.
Antrean BBM Bali Mulai Melandai Setelah Ganjil-Genap
Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memberlakukan ganjil-genap pengisian Pertalite mulai Sabtu, 17 Oktober 2026. Aturan ini berlaku bagi kendaraan roda dua dan roda empat di seluruh Bali. Pengisian dibatasi 20 liter untuk mobil dan 3 liter untuk sepeda motor.
Truk hanya boleh mengisi BBM pada malam hari, sedangkan ambulans mendapat prioritas layanan. Kebijakan tersebut semula berlaku hingga Senin, 19 Oktober 2026. Pemprov Bali lalu memperpanjangnya sampai Jumat, 23 Oktober 2026, karena skema ini terbukti mengurai antrean.
66 SPBU 24 Jam dan Armada Tambahan Disiagakan
Pertamina menyiagakan 66 SPBU yang beroperasi 24 jam. Rinciannya, 42 SPBU berada di Kota Denpasar dan 24 SPBU di Kabupaten Badung. Layanan nonstop juga berjalan di Jembrana, Tabanan, Karangasem, dan Buleleng.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri sebelumnya memaparkan penyebab antrean panjang di SPBU Bali. Perusahaan kemudian menambah armada kapal, mempercepat pembongkaran muatan, dan mengoptimalkan distribusi dari terminal ke jaringan SPBU.
Di lapangan, perusahaan menambah 16 mobil tangki dan melibatkan 100 personel TNI. Jam operasional terminal BBM di Manggis dan Sanggaran juga diperpanjang. Pemantauan stok berlangsung secara digital selama 24 jam. Menurut Pertamina, stok Pertalite dan Biosolar masih tersedia untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Warga Rasakan Waktu Tunggu Lebih Singkat
Hasil pemantauan lapangan menunjukkan tren membaik. Pada hari kedua ganjil-genap, Minggu (18/10/2026), Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melaporkan perkembangan positif. "Antrean kendaraan mulai berkurang di hampir seluruh SPBU di Bali," kata Ahad dalam keterangannya.
Warga merasakan perubahan itu. Raisa Hanum, warga Bali, mengaku waktu tunggunya menyusut. "Setelah ganjil-genap, antre nggak sampai 30 menit," ujarnya.
Bahlil Dorong Cadangan BBM Bali Lebih Tebal
Bahlil Lahadalia meminta Pertamina menambah kapal pengangkut BBM ke Bali. Ia juga meminta sejumlah SPBU beroperasi 24 jam agar layanan tidak terputus. Pemerintah menaikkan target cadangan BBM Bali dari 11 hari menjadi 15 hari untuk memperkuat ketahanan pasokan.
Pada pertengahan Oktober, stok Pertalite di Bali tercatat tinggal 16 hingga 18 hari. Angka itu menunjukkan pasokan masih rentan terhadap keterlambatan kapal.
Namun, pemulihan belum sepenuhnya normal. Sebagian SPBU masih melayani antrean. Gangguan logistik juga terjadi di beberapa daerah lain, seperti Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Karena itu, ketersediaan BBM di tiap wilayah Bali masih perlu dipantau.
Hal yang Perlu Diperhatikan Pengendara
Pengendara di Bali dapat memegang beberapa poin berikut selama aturan masih berlaku:
- Cek pelat nomor ganjil atau genap sebelum mengisi Pertalite.
- Patuhi batas pengisian, yakni 20 liter untuk mobil dan 3 liter untuk motor.
- Manfaatkan SPBU 24 jam di Denpasar dan Badung untuk menghindari jam padat.
- Pantau pengumuman resmi Pertamina dan Pemprov Bali terkait perubahan aturan.
Antrean BBM Bali memang mulai terurai berkat kombinasi tambahan pasokan, ganjil-genap, dan SPBU 24 jam. Meski begitu, pemulihan penuh bergantung pada kelancaran kapal pengangkut dan distribusi dari terminal ke SPBU. Laporan ini merujuk pada keterangan Pertamina Patra Niaga, Pemprov Bali, serta pemberitaan Antara, Okezone, dan Kabarbursa.