Profil Sir Patrick Stewart menunjukkan perjalanan panjang seorang aktor Inggris dari panggung Royal Shakespeare Company hingga menjadi Captain Jean-Luc Picard dan Profesor X. Karier yang membentang lebih dari enam dekade itu menjadikannya salah satu wajah paling dikenal di dunia hiburan.
Profil Sir Patrick Stewart tidak bisa dilepaskan dari dua nama besar: Captain Jean-Luc Picard dalam Star Trek dan Profesor Charles Xavier dalam X-Men. Namun, sebelum dikenal penonton global, Stewart adalah aktor panggung yang menekuni karya William Shakespeare selama bertahun-tahun.
Kabar duka mengiringi pengenalan kembali sosok ini. Stewart dilaporkan meninggal dunia pada 28 Oktober 2026 di usia 86 tahun. Sejumlah media internasional dan lembaga seni memperingati perjalanan kariernya yang membentang dari teater klasik Inggris hingga waralaba film Hollywood.
Akar Karier di Royal Shakespeare Company
Stewart lahir di Mirfield, West Yorkshire, Inggris. Ia menemukan jalan kariernya lewat dunia teater, bukan langsung melalui layar lebar. Pada 1966, ia bergabung dengan Royal Shakespeare Company (RSC), salah satu lembaga teater paling bergengsi di Inggris.
Di RSC, Stewart tampil dalam lebih dari 40 produksi selama keterlibatannya selama 27 tahun. Ia memerankan beragam tokoh Shakespeare, termasuk Mark Antony, Henry IV, Shylock, hingga Oberon. Pengalaman ini membentuk gaya aktingnya yang tenang, tegas, dan penuh otoritas.
RSC menyebut Stewart sebagai Honorary Associate Artist. Lembaga itu juga mengenang perannya dalam membawa karya klasik ke generasi penonton baru, jauh sebelum namanya melekat pada film fiksi ilmiah.
Pada masa itu, Stewart belum menjadi selebritas internasional. Ia justru membangun reputasi sebagai aktor panggung yang serius. Disiplin vokal dan kemampuannya menguasai dialog panjang menjadi modal utama ketika dunia televisi Amerika akhirnya menghubunginya.
Captain Picard Mengubah Nasib
Titik balik datang pada 1987. Stewart, yang saat itu sudah berusia 47 tahun, dipilih memerankan Captain Jean-Luc Picard dalam Star Trek: The Next Generation. Peran itu awalnya menimbulkan keraguan karena Stewart dikenal sebagai aktor Shakespeare, bukan bintang televisi Amerika.
Keraguan itu cepat hilang. Picard menjadi kapten USS Enterprise yang bijak, berprinsip, dan berwibawa. Stewart memerankan tokoh tersebut selama tujuh musim, dari 1987 hingga 1994, kemudian melanjutkannya di sejumlah film Star Trek.
Karakter Picard membuat Stewart dikenal penonton di seluruh dunia. Media Amerika Serikat bahkan menilai kehadirannya menjaga Star Trek: The Next Generation tetap berdiri sebagai drama yang serius, bukan sekadar tontonan fiksi ilmiah yang ringan.
Peran itu tidak berhenti pada era 1990-an. Stewart kembali memerankan Picard dalam serial Star Trek: Picard di Paramount+ dari 2020 hingga 2023. Dengan begitu, ia memerankan tokoh ikonik tersebut selama lebih dari tiga dekade.
Profesor X dan Era Marvel
Pada 2000, Stewart memasuki babak baru lewat film X-Men. Ia berperan sebagai Profesor Charles Xavier, sosok telepat yang mendirikan sekolah bagi mutan dan memimpin tim superhero X-Men.
Profesor X menjadi peran besar Stewart di layar lebar. Ia tampil dalam film X-Men pertama pada 2000, lalu melanjutkan peran tersebut dalam sejumlah sekuel hingga 2017. Karakter ini menempatkannya berdampingan dengan Hugh Jackman yang memerankan Wolverine.
Bagi banyak penonton muda, Profesor X adalah pintu masuk pertama untuk mengenal Stewart. Namun, bagi penggemar teater, peran itu hanyalah satu sisi dari karier yang jauh lebih panjang. Britannica mencatat Stewart membawa kehadiran kuat dan kematangan akting ke tokoh Xavier, seorang jenius yang menggerakkan roda kursinya sekaligus memimpin perjuangan mutan.
Kemiripan antara Picard dan Xavier memang sering dibicarakan. Keduanya tokoh pemimpin yang bijaksana, berwibawa, dan menjadi teladan bagi timnya. Stewart sendiri berhasil membuat keduanya terasa berbeda melalui intonasi, ekspresi, dan pendekatan emosional yang khas.
Gelar Ksatria dan Warisan Akting
Kontribusi Stewart pada dunia seni peran mendapat pengakuan tertinggi di Inggris. Pada 2010, Ratu Elizabeth II menganugerahkan gelar kesatriaan kepadanya atas jasanya bagi seni drama. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai Sir Patrick Stewart.
Warisannya tidak hanya berupa film dan serial televisi. Stewart membuktikan bahwa aktor panggung klasik dapat bertahan dan bersinar di industri hiburan global. Ia bergerak dari teater Shakespeare ke televisi fiksi ilmiah, lalu ke film superhero, tanpa kehilangan identitas aktingnya.
Perjalanan Sir Patrick Stewart meninggalkan pelajaran sederhana: ketekunan di panggung kecil dapat membuka pintu ke panggung dunia. Dari Royal Shakespeare Company hingga USS Enterprise dan sekolah mutan Xavier, namanya tetap melekat sebagai salah satu aktor paling berpengaruh di generasinya.