Stok gula rafinasi nasional berpotensi kosong menjelang awal 2027, kata Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) pada Sabtu (17/10/2026). Keterlambatan kepastian impor bahan baku mengancam pasokan industri makanan dan minuman pada Januari 2027.
Peringatan itu datang dari Ketua Umum AGRI Supriadi. Ia menyebut industri makanan dan minuman (mamin) menghadapi risiko kekurangan pasokan jika pemerintah terlambat memberi kepastian impor. Persoalan ini menyangkut pabrik pemurnian gula, pengguna industri, dan ribuan produk di pasar.
Sisa Bahan Baku Gula Rafinasi Diperkirakan Habis Akhir Tahun
Supriadi menjelaskan, pemerintah memberi alokasi impor gula kristal mentah (GKM) sebanyak 3,06 juta ton untuk industri pemurnian pada 2026. Hingga akhir September 2026, alokasi yang belum terpakai tinggal 945.417 ton. Jumlah itu setara 898.146 ton gula kristal rafinasi (GKR).
Sementara itu, stok GKR pada akhir September hanya 134.072 ton. Berdasarkan hitungan produksi dan distribusi, sisa GKM akan terpakai habis pada November hingga Desember 2026. Supriadi menyampaikan perhitungan tersebut dalam keterangan tertulisnya.
“Dari jumlah GKM yang tersedia, rencana produksi dan distribusi GKR, bahan baku GKM yang diproduksi akan habis di bulan November-Desember,” ujar Supriadi.
Kondisi itu membuka peluang sejumlah pabrik pemurnian kehabisan bahan baku menjelang akhir tahun. Pasokan GKR untuk industri makanan, minuman, dan farmasi pada Januari 2027 pun terancam tidak mencukupi.
Permintaan Nataru hingga Lebaran 2027 Sudah Menunggu
Industri tidak punya banyak waktu. Permintaan produk akan melonjak saat Natal 2026, Tahun Baru 2027, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2027. Pabrik perlu memastikan bahan baku tersedia sebelum musim belanja itu tiba.
Gula rafinasi menjadi bahan penting bagi susu olahan, biskuit, cokelat, kopi campuran, dan minuman berpemanis. Gangguan pasokan karena itu menekan operasional pabrik pemurnian. Dampaknya juga menjalar ke produksi industri pengguna.
“Kelangkaan GKR bagi industri makanan dan minuman cukup signifikan mengurangi produksi makanan dan minuman nasional,” kata Supriadi.
AGRI Minta Neraca Komoditas Terbit Paling Lambat November
Supriadi menegaskan, akar masalah bukan pada pelaksanaan aturan atau pembahasan kuota impor. Ia menyoroti kepastian waktu penetapan Neraca Komoditas (NK), Rencana Kebutuhan Industri (RKI), dan Persetujuan Impor (PI) GKM untuk 2027. AGRI meminta pemerintah mempercepat ketiga instrumen tersebut.
Waktu menjadi faktor penentu. Pengadaan GKM impor memerlukan satu hingga dua bulan, dihitung sejak pemesanan sampai kapal tiba. Negara pemasoknya antara lain Brasil, Australia, dan Thailand. Jika kepastian kuota baru keluar pada awal Desember, pengiriman berisiko terlambat dan pasokan Januari ikut terganggu.
“Diharapkan penetapan NK paling lambat di bulan November 2026,” ujar Supriadi.
Ketidakpastian Kuota Mendorong Biaya Produksi
Tanpa kepastian kuota, perusahaan sulit melakukan pembelian berjangka (forward purchasing) untuk mengunci harga bahan baku. Industri pemurnian pun berisiko membeli GKM dengan harga lebih tinggi. Fluktuasi nilai tukar dan biaya asuransi memperberat situasi itu.
Kenaikan biaya pengadaan dapat mengerek ongkos produksi gula rafinasi. Harga jual kepada industri pengguna juga berpotensi ikut naik. AGRI meminta pemerintah menerapkan Neraca Komoditas secara transparan, akuntabel, dan fleksibel sesuai kebutuhan industri.
Gapmmi Menyuarakan Kekhawatiran Serupa
Kekhawatiran AGRI sejalan dengan keluhan Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi). Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman menyebut sebagian persediaan bahan baku belum berkontrak, sedangkan stok lainnya belum cukup untuk kebutuhan produksi.
“Ya, kami sebetulnya sudah menyampaikan beberapa kebutuhan tambahan untuk bahan baku. Karena ternyata ada beberapa industri anggota kami yang kekurangan,” ujar Adhi di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta.
Gapmmi juga meminta pemerintah mempercepat penetapan Neraca Komoditas. Dengan begitu, kebutuhan bahan baku industri bisa segera pasti.
Pada akhirnya, kepastian waktu menjadi kunci. Stok gula rafinasi yang menipis, jadwal pengapalan yang panjang, dan permintaan musim perayaan bertemu dalam satu periode sempit. Industri berharap pemerintah menetapkan Neraca Komoditas 2027 sebelum akhir November agar pasokan Januari tetap aman.
Sumber: keterangan resmi AGRI (17/10/2026), pernyataan Ketua Umum Gapmmi di Kantor Kementerian Perindustrian, dan data alokasi impor GKM 2026 dari AGRI. Diperbarui 18 Oktober 2026.