Hiburan

Box Office Street Fighter Juara, tapi Balik Modal Masih Jauh

Box Office Street Fighter
Box Office Street Fighter

Box office Street Fighter memuncaki akhir pekan 16–18 Oktober 2026 dengan 31 juta dolar AS, tetapi prospek finansialnya suram. Film garapan Legendary dan Capcom itu baru meraup 51,1 juta dolar secara global, padahal biaya produksinya 82 juta dolar.

Jurus Hadouken memenuhi layar bioskop Amerika Utara pada pekan perdana Street Fighter. Film adaptasi gim Capcom itu tayang di 3.575 bioskop dan langsung menduduki posisi pertama, menurut estimasi Boxoffice Pro. Paramount mengedarkan film tersebut, sementara Legendary dan Capcom menjadi produsernya.

Box Office Street Fighter di Bawah Ekspektasi

Di atas kertas, angka pembukanya terlihat kuat. Street Fighter mengantongi sekitar 31 juta dolar dari pasar domestik dan 20,1 juta dolar dari 65 pasar internasional. Total pendapatan global mencapai 51,1 juta dolar, menurut laporan Deadline yang dikutip banyak media.

Namun, target studio ternyata lebih tinggi. Deadline mencatat harapan awal berada di kisaran 70 juta dolar secara global. Penayangan perdana Kamis malam menghasilkan sekitar 4 juta dolar, dan Hollywood Reporter saat itu menyebut studio memperkirakan pembukaan domestik di pertengahan 30 jutaan dolar. Hasil akhir jatuh sedikit di bawah perkiraan tersebut.

Biaya Produksi Jadi Beban Utama

Persoalan terbesar ada pada neraca keuangan. Analisis Weekend Box Office dari Rotten Tomatoes menilai prospek finansial film ini tidak menjanjikan. Kolom itu menyebut biaya produksinya melampaui 100 juta dolar.

Sumber lain mencatat angka berbeda. Deadline, TheWrap, dan The Numbers melaporkan anggaran produksi sebesar 82 juta dolar. Artikel ini memakai angka 82 juta dolar sebagai acuan karena paling banyak dikonfirmasi, tanpa menafikan estimasi yang lebih tinggi.

Dengan angka itu, pendapatan global 51,1 juta dolar belum menutup biaya produksi. GameSpot mengingatkan bahwa film umumnya perlu meraup dua kali lipat anggarannya agar dianggap sukses. Artinya, Street Fighter butuh mendekati 164 juta dolar secara global. Biaya promosi dan bagi hasil dengan bioskop ikut memengaruhi perhitungan akhir.

Rotten Tomatoes memproyeksikan pendapatan domestik akhir di kisaran 65 juta hingga 75 juta dolar. Menurut kolom itu, angka tersebut belum menjanjikan untuk film berbiaya sebesar ini. Pembukaan 31 juta dolar tidak otomatis menjamin keuntungan bagi Legendary, Capcom, maupun para investor.

Bayang-Bayang Mortal Kombat II dan Film DC

Pembanding terdekatnya adalah Mortal Kombat II. Film adaptasi gim pertarungan itu dibuka dengan 38,5 juta dolar pada Mei lalu. Street Fighter membuka sekitar 19 persen lebih rendah, menurut Fandom Pulse.

Mortal Kombat II kemudian melemah cepat setelah pekan pertama dan berakhir di 79,77 juta dolar secara domestik. Total akhir itu hanya sekitar dua kali lipat angka pembukanya. Rotten Tomatoes menilai pola serupa berpotensi terulang pada Street Fighter.

Ancaman berikutnya datang dari DC Studios. Clayface, film berating dewasa, tayang Jumat, 23 Oktober 2026. Rotten Tomatoes memandang film itu akan memperebutkan penonton dari demografis yang sama. Bleeding Cool bahkan memperkirakan Clayface menggeser Street Fighter ke posisi kedua.

Respons Penonton dan Kritikus

Kritikus menyambut film ini dengan dingin. Skor Tomatometer berada di kisaran 41 hingga 42 persen. Angka itu masih lebih baik daripada film tahun 1994 yang hanya mendapat 20 persen. Penonton tampak lebih ramah dengan skor audiens sekitar 79 persen.

CinemaScore memberi nilai B-, sama dengan film 1994 dan di bawah nilai B milik Mortal Kombat II, menurut TheWrap dan Comic Basics. Nilai seperti itu kerap menandai penurunan tajam di akhir pekan kedua. Boxoffice Pro mencatat penontonnya 69 persen pria. Kelompok usia 35–44 tahun menjadi yang terbesar dengan porsi 28 persen. Hanya 11 persen penonton berusia 17 tahun ke bawah, meski film ini berating PG-13.

Menanti Ujian Pekan Kedua

Ujian sebenarnya dimulai akhir pekan ini. Street Fighter harus bertahan melawan Clayface, sambil menghadapi kritik dan nilai CinemaScore yang biasa saja. Jika penurunan pekan kedua landai, film ini masih berpeluang menjadi hit sederhana. Jika tidak, kemenangan pembuka itu berisiko menjadi puncak performanya.

Data dalam artikel ini mengacu pada estimasi Minggu, 18 Oktober 2026. Angka tersebut dapat direvisi setelah laporan final dirilis.