Nasional

TPG Guru Non-ASN Cair Senin 19 Oktober, Anggaran Sudah Siap

TPG guru non-ASN
TPG guru non-ASN

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani memastikan TPG guru non-ASN ditargetkan masuk ke rekening penerima pada Senin (19/10/2026). Ia menyampaikan kepastian itu di Mataram, Nusa Tenggara Barat, setelah Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan, dan Komisi X berkoordinasi.

Kabar pencairan TPG guru non-ASN ini menjadi angin segar bagi penerima bersertifikat pendidik. Pencairan tunjangan sebelumnya sempat tertunda beberapa bulan, sebagaimana dilaporkan POJOKSATU.id. Sejumlah guru mengeluhkan keterlambatan itu dan menanti kepastian jadwal.

Kronologi Pencairan TPG Guru Non-ASN dari SP2D hingga Rekening

Koordinasi lintas lembaga mendahului pengumuman ini. "Kepastian ini disampaikan setelah adanya koordinasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, dan Komisi X DPR RI," ujar Lalu Hadrian.

Lalu Hadrian menyampaikan kabar tersebut di Mataram pada Senin (19/10/2026). Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2 Pulau Lombok itu mengaku menerima kabar langsung dari Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan. Menurut sang dirjen, Surat Perintah Pencairan Dana atau SP2D sudah siap.

Ia menuturkan, "Kemarin saya ditelepon oleh Dirjen Anggaran, menyampaikan malam lalu SP2D-nya sudah siap. Insya Allah Senin cair di rekening penerima."

Menurut Lalu Hadrian, pencairan sebenarnya dapat berjalan pada Jumat. Namun, SP2D baru tiba terlalu sore. Karena itu, proses transfer harus menunggu hari kerja berikutnya.

Anggaran Sudah Tersedia, Hak Guru Tidak Boleh Ditahan

Wakil Ketua Komisi X itu menegaskan bahwa dana tunjangan sudah tersedia. Karena itu, ia meminta pencairan segera direalisasikan tanpa penundaan. Ia juga mengingatkan agar hak para guru tidak tertunda tanpa alasan yang jelas.

Ia menekankan hal itu sekali lagi. "Anggarannya sudah ada. Tolong jangan ditahan-tahan karena ini kebutuhan bagi guru-guru kita dan hak mereka untuk menerima itu," kata Lalu Hadrian.

Harapan lain ikut ia sampaikan: tahapan setelah SP2D berjalan lancar. Dengan begitu, guru penerima TPG segera memperoleh haknya.

Apresiasi Mendikdasmen untuk Kerja Sama Lintas Kementerian

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengapresiasi kerja sama lintas kementerian dan dukungan DPR RI. Menurutnya, kolaborasi itu mempercepat penyaluran tunjangan guru non-ASN.

Dalam pernyataannya, Mu'ti menyampaikan harapan serupa. "Alhamdulillah, dengan kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, dan juga teman-teman di DPR. Insya Allah mulai pekan depan tunjangan guru non-ASN mulai dapat ditransfer," kata Abdul Mu'ti.

Besaran dan Jadwal Penyaluran TPG Guru Non-ASN 2026

Merujuk pemberitaan detikEdu pada 6 Agustus 2026, besaran TPG bagi guru non-ASN bergantung pada status inpassing. Guru tanpa SK Inpassing menerima Rp2 juta per bulan. Adapun guru yang memiliki SK Inpassing menerima tunjangan setara gaji pokok PNS sesuai golongan.

Kemendikdasmen mengalokasikan sekitar Rp11,5 triliun untuk 392.870 guru non-ASN pada 2026, menurut laporan Metrotvnews.com. Anggaran itu naik sekitar Rp663 miliar dibanding tahun sebelumnya.

Pemerintah kini menyalurkan tunjangan setiap bulan, bukan lagi tiga bulan sekali. Kompas.tv pada 25 Juli 2026 melaporkan, penyaluran dana berlangsung setelah tanggal 20 setiap bulan. Pembaruan data guru di Dapodik paling lambat tanggal 10.

Jadwal bulanan itu memiliki beberapa tahapan. Sinkronisasi dan verifikasi data guru berlangsung paling lambat tanggal 13. Validasi dan penetapan penerima rampung paling lambat tanggal 15. Setelah itu, dana mengalir ke rekening guru.

Guru dapat memantau status pencairan lewat akun masing-masing. Kode 08 menandakan Surat Keputusan Tunjangan Profesi sudah terbit dan dana siap dicairkan. Bila menemui kendala, guru bisa menghubungi ULT Kemendikdasmen.

Konteks Tunjangan Guru Non-ASN yang Terus Naik

Pemerintah menaikkan TPG guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan pada 2026. Kenaikan itu tercatat dalam rincian Kemendikdasmen yang dikutip Metrotvnews.com. Insentif bagi guru non-ASN yang belum bersertifikat juga naik dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan.

Pada 2025, Kemendikdasmen menyalurkan TPG non-ASN sebesar Rp6,56 triliun kepada 395.967 guru, seperti dilaporkan Bisnis.com. Angka itu mencerminkan besarnya jumlah penerima yang menanti penyaluran tunjangan.

Kini, perhatian tertuju pada realisasi transfer ke rekening penerima. SP2D sudah siap, anggaran tersedia, dan pemerintah bersama DPR menyatakan komitmen mempercepat penyaluran. Para guru non-ASN tinggal menunggu dana masuk, sementara pemantauan status lewat akun masing-masing tetap bisa dilakukan.