Tugas Raline Shah di Komdigi berfokus pada dua bidang, yaitu kemitraan global dan edukasi digital. Ia menjalankannya sejak Meutya Hafid melantiknya pada 13 Januari 2025 hingga mundur pada 13 Oktober 2026.
Pada 10 Maret 2026, Raline hadir di Medan, Sumatera Utara. Ia mengikuti bimbingan teknis implementasi PP TUNAS bertajuk Gerakan Edukasi Perlindungan Anak di Era Digital.
PP TUNAS merupakan sebutan untuk Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025. Komdigi menyelenggarakan kegiatan itu dan melibatkan sekitar 200 peserta dari kalangan pelajar, guru, dan komunitas pendidikan.
Di hadapan peserta, Raline menekankan peran keluarga dan lingkungan pendidikan. Menurutnya, keduanya penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak.
“Di era digital saat ini, anak-anak tumbuh bersama teknologi. Karena itu, tanggung jawab kita bukan hanya membatasi, tetapi juga membekali mereka dengan literasi digital yang kuat agar dapat menggunakan teknologi secara aman, sehat, dan produktif,” ujar Raline. Komdigi mencantumkan pernyataan itu dalam siaran pers resminya pada 11 Maret 2026.
Kemitraan Global dan Pesan Menteri sejak Pelantikan
Di sisi kemitraan, Raline membantu memperkuat kerja sama Komdigi dengan perusahaan internasional dan lembaga pemerintahan di luar negeri. Menurut Meutya, relasi Raline di mancanegara kuat, sehingga jaringan globalnya menjadi pertimbangan penunjukan.
Melalui jalur itu, Meutya berharap Raline membuka peluang kolaborasi yang mendukung investasi, pengembangan teknologi, dan transformasi digital Indonesia. Meutya memberi arahan langsung saat pelantikan pada 13 Januari 2025.
“Kepada Ibu Raline Shah, kemitraan global tolong dikuatkan, edukasi digital tolong dijalankan,” kata Meutya.
Meutya juga menyoroti kekhawatiran orang tua soal penggunaan internet oleh anak-anak. Karena itu, ia menilai edukasi digital perlu berjalan luas dengan melibatkan figur yang dekat dengan masyarakat.
Sasaran edukasi itu tidak berhenti pada generasi muda. Orang tua yang mendampingi anak memakai teknologi juga menjadi perhatian Raline. Itu sejalan dengan pernyataan Raline saat pelantikan bahwa ia ingin anak-anak dan ibu-ibu memakai internet dan perangkat digital dengan bijak.
Catatan soal Capaian PP TUNAS
Keterlibatan dalam kegiatan edukasi tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh capaian PP TUNAS merupakan hasil kerja Raline secara pribadi. Perlindungan anak di ruang digital merupakan agenda pemerintah yang melibatkan banyak pihak.
Secara keseluruhan, tugas Raline berfokus pada kemitraan global dan edukasi digital. Meutya mengapresiasi kontribusi itu dan menghormati keputusan Raline. Masa tugas itu berakhir pada 13 Oktober 2026, setelah sekitar satu tahun sembilan bulan, ketika Raline mengundurkan diri. Dua bidang itu kini menjadi catatan akhir masa tugasnya di kementerian.