Kecelakaan Jalan Raya Siliwangi di Kota Bekasi kembali menjadi sorotan publik. Anggota Komisi V DPR RI Dapil Kota Bekasi-Kota Depok, Sudjatmiko, menilai truk tanah yang melaju kencang menjadi salah satu pemicunya.
Sudjatmiko menyampaikan pandangan itu pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ia menilai ruas jalan di Kota Bekasi tersebut sering menjadi lokasi insiden lalu lintas. Menurut dia, perilaku sebagian pengemudi truk ikut memperbesar risiko di jalan. Ia mewakili daerah pemilihan Kota Bekasi-Kota Depok di parlemen.
Kecelakaan Jalan Raya Siliwangi dan Sorotan terhadap Truk Tanah
Politisi Senayan itu menunjuk kecepatan tinggi sebagai persoalan utama. Ia menyoroti truk pengangkut muatan tanah yang kerap melintas di jalur tersebut. Ia menegaskan hal tersebut dalam keterangannya: "Memang Jalan Raya Siliwangi ini sering terjadi kecelakaan karena banyak truk melaju dengan kecepatan tinggi, khususnya truk tanah. Makanya kami menghimbau agar pengemudi truk memperhatikan kecepatan saat berkendara."
Sudjatmiko meminta pengemudi menjaga laju kendaraan di jalur itu. Langkah sederhana tersebut, menurut dia, penting untuk mencegah kecelakaan baru.
Komisi V DPR RI membidangi infrastruktur dan transportasi, sehingga isu keselamatan jalan relevan dengan tugas Sudjatmiko.
Sosialisasi Langsung kepada Sopir Truk bersama Kepolisian
Upaya tersebut tidak hanya berupa pernyataan. Belum lama ini, ia turun langsung ke lapangan bersama kepolisian. Mereka menyapa para sopir truk yang kerap melintas di Jalan Raya Siliwangi. Kegiatan tersebut menyasar pengemudi yang beroperasi di ruas itu. Pendekatan tatap muka ini membuka ruang dialog antara wakil rakyat, aparat, dan pengemudi.
Ia menjelaskan kegiatan itu. "Belum lama ini, kami turun dengan Kepolisian. Kita langsung sosialisasi kepada sopir truk, terutama yang beroperasi di Jalan Raya Siliwangi."
Kewaspadaan Ekstra saat Malam Hari
Selain sopir truk, Sudjatmiko juga mengajak seluruh pengendara berhati-hati. Ia memberi perhatian khusus pada kondisi malam hari. Menurut dia, pola laju truk berbeda antara siang dan malam.
Ia menguraikan perbedaan itu. "Kalau pagi sampai sore mungkin pengemudi truk berkendara dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi karena macet. Tapi kalau malam hari ini kan sepi, biasanya pengendara truk berkemudi dengan kecepatan tinggi."
Jalan yang lengang saat malam memberi ruang bagi sopir untuk menambah kecepatan. Karena itu, pengguna jalan lain perlu ekstra waspada ketika melintas.
Sorotan atas kecelakaan Jalan Raya Siliwangi ini menegaskan pentingnya disiplin berkendara, terutama di jam sepi. Sosialisasi bersama kepolisian menjadi langkah awal, sementara kesadaran sopir dan kewaspadaan pengendara tetap menentukan keselamatan di jalan.