Nasional

Kabut Asap Karhutla Kepung Malaysia, Presiden Meminta Maaf

kabut asap karhutla
kabut asap karhutla

Kabut asap karhutla dari Indonesia kembali menyelimuti Malaysia dan Singapura, dan memicu kritik warga kedua negara. Malaysia mengaku sudah menawarkan tiga helikopter dan 55 personel, tetapi belum menerima respons hingga 11 Oktober.

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Dua Negara Tetangga

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali mengirim asap pekat ke negeri jiran. Asap pekat itu menyesakkan pernapasan warga Malaysia dan Singapura.

Di media sosial, warga Malaysia menggambarkan kondisi Kuala Lumpur dengan nada menyindir. Salah satunya menulis, "Asap jerebu tebal gila dekat LKCC, KL Tower dengan TRX tu nampak kabut je. Patut dari rumah tak nampak langit KL. Semoga Malaysia cepat pulih. Terima kasih Indonesia."

Kecaman warga kedua negara kini mengarah kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia belum memberikan pernyataan apa pun kepada Malaysia dan Singapura terkait karhutla.

Jejak Permintaan Maaf SBY pada 2013

Situasi serupa pernah terjadi 13 tahun lalu. Pada Senin, 24 Juni 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar konferensi pers mendadak. Di podium, ia meminta maaf secara terbuka kepada Singapura dan Malaysia.

"Atas apa yang terjadi saat ini, sebagai Presiden Republik Indonesia, saya meminta maaf... dan saya mengerti, saudara-saudara kami di Malaysia dan Singapura," kata SBY di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta.

SBY menyatakan pemerintah tidak punya niat di balik kebakaran hutan. Meski begitu, pemerintah bertanggung jawab penuh atas kabut asap yang merugikan warga kedua negeri jiran. "Insya Allah kami akan menghentikan asap ini," tegasnya. - IG, studisejarah

Malaysia Tawarkan Tiga Helikopter dan 55 Personel

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahidi Hamidi, mengungkap fakta baru pada Senin, 12 Oktober. Menurut dia, negaranya sudah menawarkan bantuan untuk memadamkan kebakaran hutan di Indonesia.

"Kami tulus menawarkan tiga helikopter dan 55 personel untuk bantu memadamkan api. Tapi sampai 11 Oktober, belum ada respons dari pemerintah Indonesia," kata Hamidi seperti dikutip Sinar Harian Malaysia.

Hamidi mengaku menyampaikan tawaran itu langsung kepada Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. Pemerintah Malaysia tetap berprasangka baik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hingga artikel ini ditulis, redaksi belum menemukan tanggapan resmi pemerintah Indonesia atas pernyataan tersebut.

Krisis Asap Dibawa ke Forum Menlu ASEAN

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan memastikan pihaknya akan membawa krisis asap ke pertemuan menlu ASEAN. Forum itu berlangsung menjelang KTT ke-49 di Manila, Filipina.

"Ini sudah menjadi masalah lintas negara. Jadi, kami berharap ada solusi konkret di tingkat Asia Tenggara untuk menangani krisis asap," ujarnya.

"ASEAN sudah ada kerangka kerja sama untuk bencana alam, tapi krisis asap belum termasuk," jelasnya.

Isu kabut asap karhutla kembali menguji hubungan Indonesia dengan negara tetangga. Malaysia sudah menawarkan bantuan dan menyiapkan pembahasan di ASEAN, sedangkan warga di kedua negara menunggu sikap Presiden Prabowo.