Ekonomi Bisnis

Airlangga Pertanyakan MSCI Usai IHSG Anjlok 10,75 Persen

Airlangga pertanyakan MSCI
Airlangga pertanyakan MSCI

Airlangga pertanyakan MSCI setelah lembaga indeks itu membuka konsultasi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia pada Jumat (16/10/2026). Menko Perekonomian itu heran karena pertemuan di Thailand beberapa hari lalu tidak menyinggung rencana tersebut.

Di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Airlangga Hartarto menanggapi anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan melemahnya rupiah. Tekanan di pasar muncul setelah MSCI mengumumkan konsultasi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Sementara itu, IHSG merosot 630,77 poin atau 10,75 persen ke level 5.223 pada perdagangan sesi I. Bursa sempat menghentikan perdagangan sementara (trading halt) pagi tadi.

Airlangga Pertanyakan MSCI Soal Pertemuan di Thailand

Waktu keluarnya laporan MSCI menjadi sorotan Airlangga. Beberapa hari sebelumnya, ia sudah bertemu petinggi lembaga itu di Thailand. Menurutnya, pertemuan tersebut tidak menyinggung rencana perubahan klasifikasi.

Keheranannya terlihat jelas dari ucapannya. "Kemarin di Thailand kok enggak ngomong yang ini? Padahal yang kemarin itu seminggu juga belum. Ya tentu kita lihat saja tapi kita tidak boleh suudzon," kata Airlangga, Jumat (16/10/2026).

Soal pertemuan di Bangkok, Airlangga menegaskan bahwa lawan bicaranya adalah pimpinan MSCI, bukan analis. Ia pun mempertanyakan kebiasaan lembaga itu menetapkan tenggat. "Dan kenapa MSCI secara sistematik selalu membuka atau membuat deadline? Nah apalagi kemarin yang ketemu di Bangkok kan pimpinannya, bukan analisnya," katanya heran.

Fundamental Kuat, Sentimen Jadi Sorotan

Airlangga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Menurut dia, laporan MSCI lebih mencerminkan faktor sentimen. "Kemarin kita sudah sampaikan bahwa sebetulnya kita punya fundamental ekonomi kuat. Tetapi yang dimainkan kan sekarang faktor sentimental," ujarnya.

Ia berharap investor bisa membedakan laporan berbasis sentimen dan laporan berbasis fundamental. Pertanyaan berikutnya ia arahkan kepada lembaga pemeringkat lain: "Kenapa rating agency yang lain tidak mempersoalkan hal ini?"

Pembahasan Bersama KSSK

Pemerintah tidak berhenti pada pernyataan. Airlangga akan membahas dampak laporan MSCI terhadap IHSG dan rupiah bersama anggota KSSK hari itu juga. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kemenko Perekonomian.

KSSK beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Keempat lembaga itu bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Airlangga belum merinci langkah yang akan ditempuh. "Ya itu kan namanya nanti kita bahas," ujarnya.

Respons Airlangga memperlihatkan sikap pemerintah yang mempertanyakan laporan MSCI sekaligus menyiapkan pembahasan lintas lembaga. Hasil pembahasan KSSK akan menentukan langkah berikutnya untuk menenangkan pasar.