Edukasi menstruasi remaja tunarungu digelar melalui kegiatan Love Your Possibilities: We Can! di SLB B Tunas Harapan, Karawang, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung Rabu (12/10/2026) itu mengajak puluhan siswi memahami kebersihan diri saat haid.
Menstruasi menjadi bagian alami dari proses tumbuh kembang perempuan. Namun, remaja perlu informasi yang benar untuk memahami perubahan tubuhnya. Informasi itu mencakup cara menjaga kebersihan diri dan memilih pembalut sesuai kebutuhan. Tenaga kesehatan umumnya menganjurkan penggantian pembalut secara teratur agar area kewanitaan tetap bersih dan nyaman.
Akses Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja Disabilitas
Remaja perempuan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama atas edukasi kesehatan reproduksi. Hak itu meliputi pemahaman tentang menstruasi dan cara merawat kebersihan diri. Sayangnya, keterbatasan akses informasi masih menjadi tantangan bagi sebagian dari mereka. Materi edukasi yang tidak sesuai kebutuhan membuat informasi kesehatan sulit dipahami. Karena itu, penyampaian edukasi perlu memakai metode inklusif. Dengan begitu, setiap remaja dapat mengenali tubuhnya, memahami kebutuhan kebersihannya, dan merawat diri secara mandiri.
Edukasi Menstruasi Remaja Tunarungu Dikemas Interaktif
Unicharm Indonesia bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Puluhan siswi tunarungu dan guru pendamping mengikuti acara di SLB B Tunas Harapan. Panitia mengemas materi secara interaktif dengan alat bantu visual dan media bergambar. Guru pendamping menerjemahkan penjelasan ke dalam bahasa isyarat. Bayangkan ruang kelas yang memadukan gambar dan gerak bahasa isyarat.
Materi mencakup cara menjaga kebersihan diri selama menstruasi. Para siswi juga belajar memilih pembalut sesuai kebutuhan. Mereka turut mengenal mitos dan fakta seputar menstruasi. Pemahaman tentang kebutuhan tubuh membantu remaja memilih produk yang nyaman dan cocok dengan kondisi masing-masing.
Dinkes Karawang Tegaskan Hak Anak Berkebutuhan Khusus
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, dr. Hardi Hermawan, MKM, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa anak berkebutuhan khusus berhak atas pendidikan yang layak.
“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak mutlak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak, termasuk edukasi kesehatan reproduksi, manajemen kebersihan menstruasi, dan perawatan kebersihan diri,” ujar Hardi.
Hardi menilai kolaborasi pemerintah daerah dan sektor swasta sangat penting. Kerja sama itu memperluas jangkauan informasi kesehatan dasar bagi kelompok yang membutuhkan pendekatan khusus. Panitia memakai alat bantu visual dan bahasa isyarat agar informasi lebih mudah dipahami peserta.
Edukasi Inklusif sebagai Bekal Merawat Diri
Kegiatan di Karawang ini menunjukkan upaya menghadirkan edukasi kesehatan reproduksi yang inklusif bagi remaja disabilitas. Dengan metode yang sesuai, siswi tunarungu memperoleh kesempatan memahami tubuh dan kebersihan dirinya. Remaja yang mengalami keluhan saat menstruasi tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.