Ekonomi Bisnis

BSI International Expo 2026 Buka Akses Pasar 426 Tenant

BSI International Expo 2026
BSI International Expo 2026

BSI International Expo 2026 akan mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra bisnis dan konsumen pada 23-25 Oktober 2026. Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar pameran di Jakarta International Convention Center (JICC) untuk memperluas akses pasar produk lokal.

Akses pasar dan kemitraan bisnis menjadi faktor penting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memperbesar skala usaha. Pertemuan langsung dengan calon mitra dan konsumen membuka peluang memperluas jangkauan. Pelaku usaha juga bisa memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.

Pameran Jadi Wadah Temu Pelaku Usaha dan Konsumen

SVP Consumer Product Solution BSI, Wawan Setiawan, menilai pameran bisnis dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha. Di sana, kepentingan bisnis antarpelaku usaha maupun dengan konsumen bisa bertemu. BSI mengambil peran sebagai fasilitator dari kedua jenis pertemuan tersebut.

Wawan menjelaskan peran itu dalam keterangan yang dikutip Rabu (21/10/2026). "BSI mempertemukan dan memfasilitasi baik B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Consumer)," ujarnya.

B2B berarti transaksi antarpelaku usaha, misalnya produsen dengan pemasok atau pembeli grosir. Sementara itu, B2C berarti penjualan langsung kepada konsumen akhir. Kedua jalur ini sama-sama relevan bagi UMKM yang ingin tumbuh.

SVP Consumer Product Solution BSI, Wawan Setiawan
SVP Consumer Product Solution BSI, Wawan Setiawan

340 Ribu UMKM dalam Ekosistem BSI

Wawan memaparkan bahwa ekosistem BSI saat ini mencakup sekitar 340 ribu UMKM. Dari jumlah tersebut, sekitar 24 ribu UMKM disebut telah naik kelas. Jika dihitung kasar, proporsinya sekitar 7 persen dari seluruh pelaku usaha dalam ekosistem itu. Angka tersebut bersumber dari keterangan resmi BSI.

Istilah naik kelas umumnya merujuk pada usaha yang berkembang ke skala lebih besar, baik dari sisi omzet maupun jangkauan pasar. BSI belum merinci ukuran yang dipakai dalam keterangan tersebut.

BSI International Expo 2026 Libatkan 426 Tenant

Pameran ini berlangsung pada 23-25 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Menurut informasi penyelenggara, acara ini melibatkan 426 tenant dari berbagai sektor. Sektor tersebut meliputi fesyen, perjalanan haji dan umrah, wisata halal, otomotif, properti, emas, elektronik, kuliner, serta kecantikan dan gaya hidup.

Keberagaman sektor itu membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha dan konsumen dari berbagai kategori. Pengunjung yang mencari kuliner, misalnya, akan menemui pelaku usaha berbeda dari pencari properti atau paket umrah. Pola ini berpotensi memperbesar peluang transaksi sekaligus kemitraan baru.

Sektor yang hadir juga mencerminkan kebutuhan konsumen yang beragam. Di satu sisi ada produk harian seperti kuliner, fesyen, serta kecantikan. Di sisi lain ada kebutuhan bernilai besar seperti properti, otomotif, emas, dan perjalanan ibadah. Kombinasi itu memungkinkan satu acara melayani beragam keputusan belanja.

Dorongan UMKM Lokal Menembus Pasar Global

Wawan menyebut pertemuan pelaku usaha dalam pameran juga menjadi upaya mendorong UMKM lokal memperluas bisnis hingga pasar global. Ia menegaskan hal tersebut lewat pernyataan berikut. "Momen ini menjadi upaya kami untuk mencetak UMKM lokal go global," ujarnya.

Ajakan Bangga Produk Lokal bagi Anak Muda

Wawan juga menyoroti pentingnya menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal, khususnya di kalangan anak muda. Sorotan itu muncul di tengah tren gaya hidup yang terus berkembang.

"Anak-anak muda harus bangga dengan produk lokal Indonesia," kata Wawan. "Terlebih saat ini ada tren yang menyebutkan bahwa anak-anak muda lebih kearah lifestyle kekinian." Ia menambahkan, "Fenomena ini yang kami siapkan di BSI International Expo mendatang."

Pameran Belum Cukup Tanpa Tindak Lanjut

Perluasan pasar UMKM tidak hanya bergantung pada keikutsertaan dalam pameran. Pelaku usaha juga perlu mengembangkan produk, memenuhi kebutuhan konsumen, dan membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan. Pertemuan selama tiga hari baru menjadi pintu masuk bagi proses itu.

Dampak terhadap pertumbuhan usaha dan ekspansi ke pasar global juga perlu dilihat setelah acara usai. Indikator yang relevan mencakup tindak lanjut kemitraan, peningkatan penjualan, dan keberlanjutan hubungan bisnis. Pemantauan atas indikator itu akan menunjukkan apakah pameran benar-benar mendorong UMKM naik kelas.

BSI International Expo 2026 menyediakan ruang temu bagi 426 tenant, pelaku UMKM, dan konsumen selama tiga hari di JICC. BSI mengarahkan UMKM lokal agar melangkah ke pasar global dan mendorong generasi muda bangga pada produk dalam negeri. Hasil nyatanya baru terlihat dari kemitraan dan penjualan yang berlanjut setelah acara.