GoPay menjalin kerja sama dengan jaringan bioskop lokal Sam’s Studio, menurut keterangan tertulis di Semarang, Selasa (20/10/2026). Kolaborasi GoPay Sam’s Studio ini memungkinkan warga mencari film, melihat jadwal, dan membeli tiket lewat aplikasi untuk memperluas inklusi keuangan.
Teknologi saja belum cukup untuk mendorong layanan keuangan digital. Layanan itu harus dekat dengan kebutuhan harian warga. Sektor hiburan, termasuk pembelian tiket bioskop, menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenalkan transaksi digital di berbagai daerah.
Kesenjangan Literasi Keuangan Kota dan Desa
Peluang ini muncul di tengah jurang pemahaman keuangan antara warga kota dan desa. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan perkotaan sebesar 72,54 persen. Angka di perdesaan mencapai 64,42 persen.
Indeks inklusi keuangan menunjukkan pola serupa. Wilayah perkotaan mencatat 95,47 persen, sedangkan perdesaan 90,39 persen. Data itu memperlihatkan akses layanan keuangan sudah relatif luas. Namun pemahaman masyarakat soal produk dan layanan keuangan belum merata.
Data SNLIK 2026 menjadi rujukan utama pembahasan ini. Survei tersebut membandingkan kondisi warga di dua jenis wilayah. Hasilnya menjadi gambaran bahwa pendekatan layanan keuangan perlu menyesuaikan karakter tiap daerah.
Dua istilah itu punya makna berbeda. Literasi keuangan menggambarkan seberapa paham warga terhadap produk dan layanan keuangan. Inklusi keuangan menunjukkan seberapa luas warga bisa mengakses layanan tersebut. Selisih itu mengindikasikan masih ada pekerjaan rumah.
GoPay Sam’s Studio Membawa Transaksi Digital ke Bioskop Daerah
Lewat kerja sama ini, pengguna bisa memakai aplikasi digital untuk seluruh proses pembelian tiket. Mereka mencari film, mengecek jadwal tayang, lalu membeli tiket dalam satu aplikasi. Sam’s Studio memiliki 16 jaringan bioskop di sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia.
Pendekatan ini menghubungkan transaksi digital dengan kebiasaan yang sudah akrab bagi warga. Warga yang menonton film di bioskop daerah dapat mengenal pembayaran lewat aplikasi pada momen yang sama.
Kehadiran layanan digital di bioskop lokal berkaitan dengan upaya memperluas akses teknologi. Upaya itu menyasar wilayah di luar pusat-pusat ekonomi utama. Sam’s Studio menjadi mitra yang punya jaringan di sejumlah kota dan kabupaten.
Head of Product Marketing GoPay, Rudy Tantyo, menilai manfaat teknologi digital perlu terasa dalam keseharian warga. Ia menyampaikan hal itu dalam keterangan tertulis. “Bagi GoPay, memperluas inklusi keuangan digital dimulai ketika masyarakat merasakan manfaat teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Dari sisi bioskop, Karina Mahadi, Head of Acquisition Programming Sam’s Studio, menyebut bioskop sebagai ruang hiburan warga di berbagai daerah. Menurut dia, kemudahan akses layanan digital dapat mendukung pengalaman masyarakat menikmati hiburan tersebut.
Angka 78 Persen dari Riset Internal GoPay
Rudy juga mengungkapkan hasil riset internal perusahaan. Sebanyak 78 persen pengguna aplikasi GoPay pertama kali memperluas penggunaan layanan dari aktivitas hiburan ke layanan keuangan lain.
Angka tersebut berasal dari riset internal sehingga pembaca perlu melihat konteks dan metodologi penelitiannya. Data itu belum menggambarkan pola penggunaan layanan keuangan digital secara keseluruhan di Indonesia.
Tantangan di Luar Akses Pembayaran Digital
Akses pembayaran digital tidak otomatis menyelesaikan persoalan inklusi keuangan. Ketersediaan jaringan internet menjadi faktor penting. Kemampuan memakai aplikasi, keamanan transaksi, dan pemahaman risiko layanan keuangan juga menentukan pemanfaatan teknologi.
Riset Global Findex 2025 dari Bank Dunia dapat menjadi rujukan untuk memahami hubungan pembayaran digital dengan aktivitas ekonomi sehari-hari. Meski begitu, hubungan tersebut perlu dilihat bersama faktor lain. Infrastruktur, tingkat literasi, dan kebutuhan warga ikut berpengaruh.
Karena itu, edukasi perlu mendampingi perluasan layanan. Pengguna baru perlu memahami cara menjaga data dan mengenali risiko transaksi.
Jalur Baru bagi Ekosistem Keuangan Digital
Dengan demikian, transaksi digital untuk kebutuhan hiburan dapat menjadi salah satu jalur pengembangan ekosistem keuangan digital. Tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat teknologi dirasakan lebih merata. Masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses dan pemahaman layanan keuangan perlu mendapat perhatian khusus.
Data dalam artikel ini bersumber dari keterangan tertulis GoPay, SNLIK 2026, riset internal GoPay, dan Global Findex 2025 Bank Dunia.