Arema FC pecat Marcos Santos dari kursi pelatih kepala di Malang, Jawa Timur, pada Jumat (23/10/2026). Manajemen mengambil langkah itu demi penyegaran taktis, dua hari setelah Singo Edan kalah 1-5 dari Persija Jakarta di Bekasi.
Kekalahan 1-5 dari Persija Jakarta menjadi titik puncak krisis Singo Edan. Laga pekan keenam Super League 2026/2027 itu berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026) malam WIB. Hasil tersebut memperpanjang catatan Arema menjadi lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan.
Kemenangan terakhir Arema datang di pekan pertama. Saat itu mereka menggasak Isenmulang Kalteng FC 4-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (4/9/2026). Setelah laga tersebut, tim berjuluk Singo Edan tidak pernah lagi membawa pulang tiga poin.
Berdasarkan laporan JawaPos.com, Kumparan, dan iNews.id, manajemen mengumumkan keputusan itu lewat keterangan resmi pada Jumat (23/10/2026). Pengumuman itu muncul dua hari setelah laga melawan Persija berakhir.
Keputusan ini berbalik arah dari sikap manajemen empat bulan lalu. Pada Selasa (16/6/2026), klub mempertahankan Marcos untuk Super League 2026/2027 setelah mengevaluasi performa musim 2025/2026. Saat itu manajemen menilai kesinambungan tim pelatih penting bagi pengembangan Singo Edan, menurut laporan teman wartawan.
Alasan Manajemen Mengakhiri Kerja Sama
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut manajemen mengambil keputusan ini secara profesional. Manajemen ingin merespons dinamika tim sekaligus memberi penyegaran taktis secepatnya. Yusrinal mengakui langkah tersebut tidak mudah karena Marcos Vinicius dos Santos Goncalves baru memasuki musim kedua bersama Singo Edan.
Menurut Yusrinal, manajemen menilai "lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru". Ia menegaskan pemecatan tidak semata soal hasil pertandingan.
Pria yang akrab disapa Inal itu juga menyinggung pengalaman klub di masa lalu. Ia merujuk situasi ketika seorang figur pelatih tampak ideal dan banyak pendukung dari luar menyukainya. Namun, kata dia, "peran strategis mulai dari perancangan program latihan, hingga eksekusi taktikal dari A sampai Z justru sepenuhnya dijalankan oleh jajaran asisten pelatih". Ia mencontohkan mendiang Coach Kuncoro.
Inal menambahkan, banyak pertimbangan melatarbelakangi keputusan mengganti atau mempertahankan pelatih. Ia menyebut aspek teknis, non teknis, psikologis, matematis, dan situasi riil internal. "Manajemen harus bertindak bijak, teliti, dan tidak gegabah demi kebaikan jangka panjang tim," ucapnya.
Soal hak Marcos, manajemen menjamin penyelesaian administrasi dan komitmen kontrak berjalan profesional. Prosesnya mengikuti aturan yang berlaku dan berlandaskan semangat kekeluargaan.
Andre Caldas Jadi Pelatih Interim Arema FC
Manajemen langsung menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim. Andre memegang sertifikasi Lisensi A Pro. Manajemen juga menilai ia sudah intens berinteraksi dengan para pemain dan pernah memimpin tim saat pelatih kepala absen.
Yusrinal menjelaskan alasan penunjukan itu. "Untuk memastikan persiapan tim tidak terganggu jelang laga kandang melawan Dewa United, kami menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim," ujarnya. Ia menambahkan proses adaptasi pemain dapat berjalan instan.
Jadwal kompetisi yang padat membuat Arema nyaris tak punya waktu berbenah. Manajemen bergerak cepat agar persiapan tim tetap berjalan.
Singo Edan akan menjamu Dewa United di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2026) sore. Laga itu menjadi ujian pertama Andre sebagai pelatih interim. Di sisi lain, manajemen terus memproses penunjukan pelatih kepala definitif untuk misi kebangkitan tim di papan atas.
Permohonan Maaf Manajemen untuk Aremania
Manajemen menutup keterangan dengan apresiasi untuk Marcos Santos. Klub menghargai dedikasinya selama melatih Singo Edan. Setelah itu, manajemen menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung.
"Kami memohon maaf kepada seluruh Aremania, Aremanita, dan masyarakat Malang Raya atas raihan yang belum maksimal," ujar Inal. Ia berharap doa dan dukungan positif menjadikan momentum pembenahan ini "titik balik kebangkitan Arema FC".
Dengan pergantian ini, Arema FC memasuki laga kontra Dewa United dengan wajah baru di bangku cadangan. Hasil di Kanjuruhan akan menunjukkan apakah penyegaran taktis itu langsung berdampak. Sementara itu, publik Malang Raya menunggu kejelasan nama pelatih kepala definitif.