Ragam

Silaturahmi Kapolres Jombang ke Pesantren Shiddiqiyyah Ploso

silaturahmi kapolres jombang, Shiddiqiyyah
silaturahmi kapolres jombang, Shiddiqiyyah

Silaturahmi Kapolres Jombang AKBP Yanto Mulyanto ke Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, berlangsung pada Selasa (20/10/2026). Ia menemui pengasuh pesantren, Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi, untuk mempererat sinergi polisi dan ulama menjaga kamtibmas di Kabupaten Jombang.

Rombongan Polres Jombang tiba di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, pada Selasa (20/10/2026). Kapolres datang bersama Wakapolres Kompol Syarlis dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Jombang. Di sana, Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi bersama jajaran pengurus pondok menyambut para tamu dengan hangat.

Kehadiran Wakapolres dan para PJU menunjukkan kunjungan ini melibatkan jajaran inti Polres Jombang. PJU adalah pejabat utama yang memimpin bagian penting di tingkat polres, seperti satuan reserse dan intelijen.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi dari Polres Jombang, pertemuan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. Suasana itu membuka ruang komunikasi yang harmonis antara Polri dan kalangan ulama. Kedua pihak memandang ulama sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan.

Makna Kulonuwun dalam Silaturahmi Kapolres Jombang

Kapolres Jombang menyebut kunjungan itu sebagai bentuk kulonuwun. Dalam budaya Jawa, istilah ini berarti permisi sekaligus tanda hormat kepada orang yang dituakan. Yanto Mulyanto memakainya untuk memperkenalkan diri kepada para ulama dan menjalin hubungan baik.

Kata itu lazim terdengar ketika seseorang bertamu dalam tradisi Jawa. Pengucapnya meminta izin sebelum memasuki rumah atau wilayah orang lain. Dengan memakainya, Kapolres menempatkan diri sebagai tamu yang datang dengan niat baik.

Kunjungan ini juga datang tak lama setelah pergantian pimpinan di Polres Jombang. Seperti dilaporkan iNews, AKBP Yanto Mulyanto menerima tongkat komando dari AKBP Ardi Kurniawan pada awal Oktober 2026. Ardi memimpin satuan tersebut selama 21 bulan. Pada hari kedatangannya, jajaran perwira, bintara, hingga ASN menyambut dengan pengalungan bunga di gerbang Mapolres.

Tradisi sowan kepada kiai lazim di lingkungan pesantren Jawa. Pejabat baru di daerah kerap memilih jalan ini untuk memperkenalkan diri dan meminta restu.

Dalam kesempatan itu, AKBP Yanto Mulyanto memohon doa restu dan dukungan para ulama untuk menjalankan amanah sebagai Kapolres Jombang. Ia pun menyampaikan terima kasih atas sambutan Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi beserta keluarga besar pondok.

Kepada sang kiai, ia menyampaikan harapannya secara langsung. “Terima kasih Pak Kiai sudah menerima kami. Polres Jombang beserta jajaran memohon dukungan untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas, dan semoga silaturahmi ini terus terjalin dengan baik,” ujar AKBP Yanto Mulyanto.

Peran Tokoh Agama dan Kamtibmas di Kota Santri

Jombang menyandang julukan Kota Santri karena banyak pondok pesantren berdiri di sana. Dalam konteks itu, tokoh agama punya posisi penting di tengah masyarakat. Kamtibmas adalah singkatan dari keamanan dan ketertiban masyarakat, yang menjadi tanggung jawab bersama aparat dan warga.

Menurut AKBP Yanto Mulyanto, komunikasi dan kolaborasi dengan tokoh agama berperan penting bagi situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Hubungan harmonis diharapkan melahirkan kesamaan pandangan dan langkah. Tujuannya menjaga persatuan serta memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.

Pertemuan itu turut menyinggung nilai-nilai kebhinekaan. Kedua pihak membahas pentingnya memperkuat kerja sama demi kemaslahatan masyarakat. Sinergi Polri dan tokoh agama dinilai menjadi unsur penting bagi kehidupan sosial yang rukun, toleran, dan saling menghormati perbedaan.

Harapan Polres Jombang ke Depan

Polres Jombang berharap hubungan dengan kalangan pesantren makin erat setelah silaturahmi ini. Kolaborasi yang berkesinambungan diharapkan memperkuat persatuan dan menjaga nilai kebhinekaan. Tujuan akhirnya adalah situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Jombang.

Bagi masyarakat, kunjungan ini memberi gambaran awal pendekatan Kapolres baru, yakni membangun hubungan lewat dialog dengan tokoh agama.

Sementara itu, berita jatim melaporkan bahwa AKBP Yanto Mulyanto menginstruksikan jajarannya menyosialisasikan tagline baru Kapolri, “Polisi Bersama Masyarakat”. Pesan kebersamaan serupa juga mewarnai pertemuan di Ploso. Polres Jombang menggandeng pesantren sebagai salah satu mitranya.

Secara keseluruhan, silaturahmi Kapolres Jombang ke Pondok Pesantren Shiddiqiyyah menjadi pembuka komunikasi antara kepolisian dan kalangan ulama. Langkah kulonuwun itu menunjukkan niat menjaga kamtibmas lewat dialog dan sikap saling menghormati. Sinergi tersebut diharapkan terus berlanjut demi Jombang yang damai.

Sumber: informasi Polres Jombang