SuaraDuniaNusantara.net—Sejarah pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa kurikulum tidak pernah sepenuhnya netral. Sejak masa penjajahan hingga era globalisasi, kurikulum selalu disusun dalam konteks kepentingan kekuasaan yang memengaruhi arah pembentukan generasi. Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan difungsikan sebagai alat administratif kolonial. Sekolah bagi pribumi dibatasi akses dan isinya. Sejarawan H.A.R. Tilaar dalam Kekuasaan dan Pendidikan (2009) menyebut pendidikan kolonial menjaga struktur sosial demi stabilitas penjajah. Dokumen Kemendikbud RI tahun 2017 menguatkan temuan tersebut. Pendudukan Jepang memperluas akses pendidikan, tetapi mengarahkan kurikulum pada mobilisasi perang. Kajian Gudang Jurnal Multidisiplin Indonesia mencatat fokus pada disiplin…
Read More