Pendidikan, Ideologi Global, dan Identitas Bangsa

Waspadai Infiltrasi Ideologi Asing di Sekolah

SuaraDuniaNusantara.net — Ideologi asing dalam pendidikan modern bekerja melalui mekanisme yang halus. Ia hadir dalam bentuk standar pengetahuan dan cara berpikir yang diterima sebagai ukuran rasionalitas dan kemajuan. Sekolah menjadi medium utama dalam proses ini. Pendidikan berlangsung sejak usia dini, berulang setiap hari, dan diterima sebagai rutinitas tanpa paksaan. Dalam teori hegemoni, pemikir Italia Antonio Gramsci menegaskan bahwa dominasi paling efektif terjadi ketika nilai luar diterima sebagai akal sehat bersama. Analisis ini diperkuat oleh Louis Althusser, yang menyebut sekolah sebagai aparatus ideologis negara. Pendidikan membentuk kesadaran warga sebelum mereka memasuki…

Read More

Ideologi Global dan Pendidikan Indonesia dalam Sorotan Dunia

Infiltrasi Ideologi Asing

SuaraDuniaNusantara.net—Sejarah pendidikan Indonesia memperlihatkan sekolah menjadi salah satu jalur utama masuknya ideologi asing, seiring interaksi Indonesia dengan dinamika global. Sekolah kerap dipahami sebagai ruang belajar teknis. Namun dalam kajian pendidikan kritis, pendidikan diposisikan sebagai arena relasi kekuasaan. Henry A. Giroux menegaskan pendidikan tidak pernah netral dan selalu memuat kepentingan nilai tertentu. Akar Sejarah Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan diarahkan untuk melayani kepentingan kolonial. Kurikulum berorientasi Eropa menanamkan cara pandang Barat sebagai ukuran kemajuan. Sejarawan pendidikan Prof. Dr. Agus Suwignyo dari Universitas Gadjah Mada menjelaskan sekolah era penjajahan berfungsi sebagai alat…

Read More

Paparan Ideologi Non-Pancasila Disorot dalam Riset Pendidikan

SuaraDuniaNusantara.net —Sejumlah riset akademik menyoroti paparan ideologi non-Pancasila di sekolah dan perguruan tinggi Indonesia, menempatkan isu ini sebagai perhatian bersama dalam menjaga konsensus kebangsaan. Penelitian yang dipublikasikan dalam QIJIS: Qudus International Journal of Islamic Studies pada April 2024 melibatkan 1.167 siswa Madrasah Aliyah di Jawa Timur. Hasilnya menunjukkan 87,5 persen responden mendukung Pancasila. Namun, riset tersebut juga mencatat 12,5 persen siswa memiliki kecenderungan pada ideologi berbasis agama di luar Pancasila. Sikap intoleran ditemukan pada 21 persen responden. Cermin Tantangan Nasional Riset nasional kolaboratif Badan Intelijen Negara dan Maarif Institute yang…

Read More