Ideologi Global dan Pendidikan Indonesia dalam Sorotan Dunia

Infiltrasi Ideologi Asing

SuaraDuniaNusantara.net—Sejarah pendidikan Indonesia memperlihatkan sekolah menjadi salah satu jalur utama masuknya ideologi asing, seiring interaksi Indonesia dengan dinamika global.

Sekolah kerap dipahami sebagai ruang belajar teknis. Namun dalam kajian pendidikan kritis, pendidikan diposisikan sebagai arena relasi kekuasaan. Henry A. Giroux menegaskan pendidikan tidak pernah netral dan selalu memuat kepentingan nilai tertentu.

Akar Sejarah

Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan diarahkan untuk melayani kepentingan kolonial. Kurikulum berorientasi Eropa menanamkan cara pandang Barat sebagai ukuran kemajuan.

Sejarawan pendidikan Prof. Dr. Agus Suwignyo dari Universitas Gadjah Mada menjelaskan sekolah era penjajahan berfungsi sebagai alat kontrol sosial. Pendidikan melahirkan kelompok perantara yang mendukung struktur kekuasaan penjajah.

Dinamika Nasional dan Global

Penelitian Universitas Negeri Semarang (2020) mencatat pengaruh ideologi global pada kurikulum Indonesia periode 1950–1965. Pada era Orde Baru, modernisasi dan stabilitas menjadi pintu masuk nilai asing.

Sejarawan Asvi Warman Adam menilai pendidikan sejarah disusun untuk menopang stabilitas politik, sebagaimana ia sampaikan dalam berbagai wawancara media nasional.

Baca Juga :  Paparan Ideologi Non-Pancasila Disorot dalam Riset Pendidikan

Memasuki Reformasi, arus ideologi global hadir melalui standar internasional dan indikator kebijakan. Darmaningtyas menyebut perubahan kurikulum kerap mengikuti arus global tanpa konteks lokal yang memadai.

Perspektif Internasional

Analisis buku pelajaran menunjukkan kecenderungan normalisasi nilai universal. Peneliti Sri Wahyuni menegaskan buku teks bukan teks netral, melainkan representasi nilai yang dipilih negara.

Dalam konteks global, sejarah pendidikan Indonesia menjadi contoh bagaimana sekolah berperan strategis dalam membentuk nalar bangsa di tengah arus ideologi dunia. ***

Related posts