Konflik PBNU dan Konsolidasi Warga NU di Berbagai Negara

Yahya Cholil Staquf dan Miftachul Akhyar

SuaraDuniaNusantara.net – Klarifikasi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staqufdan penegasan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar menjadi perhatian luas warga NU, termasuk diaspora di berbagai negara. Dua penjelasan resmi tersebut memperlihatkan perbedaan pijakan dalam menyikapi konflik kepemimpinan PBNU. Dalam surat klarifikasi yang diterbitkan di Jakarta pada 21 Desember 2025, Yahya menyatakan bahwa langkahnya menyampaikan penjelasan ke publik bertujuan menjaga integritas dan keutuhan Nahdlatul Ulama. Ia menegaskan mandat kepemimpinannya berasal dari Muktamar ke-34 NU di Lampung tahun 2021. Yahya juga merujuk pada Surat Keputusan Kemenkumham Nomor AHU-0001097.AH.01.08 Tahun…

Read More

Seruan Tebuireng: Sesepuh NU Ajak Meredakan Konflik PBNU demi Stabilitas Umat

Juru bicara forum Mustasyar NU di Ponpes Tebu Ireng, Jombang, HM. Abdul Muid (kemeja putih) menyampaikan hasil pertemuan forum, Sabtu malam 96/12/2025).

SuaraDuniaNusantara.net — Forum kiai sepuh dan Mustasyar NU di Tebuireng, Jombang, Sabtu (6/12/2025), menyatakan bahwa pemakzulan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf tidak sesuai AD/ART. Forum tetap meminta klarifikasi ketua umum sebagai bagian dari etika organisasi. Sikap ini dipandang penting karena NU memiliki pengaruh luas, termasuk di tingkat diaspora dan diplomasi umat. Dinamika Internal Mengguncang NU Global Konflik bermula dari keputusan Syuriyah 20 November 2025 dan Surat Edaran PBNU 26 November. Penolakan Gus Yahya atas pemakzulan—“Saya tidak diberi kesempatan klarifikasi,” ujarnya—memicu munculnya dua klaim kepemimpinan. Tebuireng menjadi titik konsolidasi. KH…

Read More

Adhie Massardi Soroti Konflik PBNU: Isu Finansial Ancam Peran NU di Jaringan Global

Adhie Massardi

SuaraDuniaNusantara.net – Pernyataan Adhie Massardi pada Minggu (30/11/2025) membuka kembali diskusi mengenai posisi PBNU dalam jaringan sosial-keagamaan global. Ia menegaskan bahwa konflik internal organisasi tersebut tidak lagi berkembang dari perbedaan akidah, tetapi berpusat pada persoalan uang. “Dulu kita bertengkar soal akidah politik. Sekarang, konflik dipicu persoalan uang,” ujarnya. Pernyataan itu menggambarkan perubahan signifikan dalam cara konflik terbentuk di antara elit PBNU. Ia menyebut isu tambang, aliran dana, dan dugaan korupsi sebagai sumber utama ketegangan. Yang menarik, menurut Adhie, adalah hilangnya respons publik atas dinamika tersebut. “NU dianggap tidak lagi memberi…

Read More

Polemik PBNU dalam Sorotan: Pakar Bicara Dana, Aktivis Pastikan Basis NU Tetap Solid

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. (Instagram Yahya Cholil Staquf)

SuaraDuniaNusantara.net – Konflik elite PBNU kembali disorot pada Kamis (27/11/2025) setelah analisis Pakar Politik UNIS Tangerang, Adib Miftahul.
Ia menilai dinamika internal PBNU kini menyerupai pola partai politik.
Dugaan aliran dana besar menjadi faktor yang ikut memicu tekanan terhadap Ketum PBNU. Adib memunculkan pertanyaan penting.
“Nah, jangan-jangan Syuriyah mulai mengetahui ada aliran dana besar?” ujarnya.
Menurutnya, relasi PBNU dengan birokrasi memperkuat persepsi publik terhadap konsentrasi kekuasaan. Ia juga menyinggung kasus kuota haji.
“Yang tidak beruntung adalah Yaqut terseret kasus Kuota Haji,” katanya.
Ia menilai hubungan keluarga berimbas pada dinamika elite. Menurut Adib, isu khittah hanya menjadi…

Read More

Friksi Elite PBNU Tetap Terkendali, NU Daerah Lanjutkan Agenda Tanpa Gangguan

Jajaran elite PBNU. Dari kiri Sekjen Saifullah Yusuf, Rais Aam Miftachul Ahyar, dan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf. Konflik di lingkaran ini disebut tak memengaruhi aktivitas NU akar rumput. (Dok. PBNU)

SuaraDuniaNusantara.net — Dinamika PBNU di pusat tidak menimbulkan gangguan pada agenda NU di daerah. Pengamat UNIS, Adib Miftahul, menegaskan bahwa gejolak yang muncul bersifat internal. “Kisruh di PBNU ini tidak signifikan mempengaruhi akar rumput,” ujarnya, Senin (24/11/2025). Adib menilai keterlibatan PBNU dalam politik praktis menghasilkan faksi internal yang bekerja layaknya kontestasi elite. Ia melihat PBNU kini memiliki daya tawar tinggi dalam mobilisasi publik. “PBNU malah lebih seksi daripada partai politik,” katanya. Ketua PCNU Tulungagung, KH Bagus Ahmadi, memastikan agenda organisasi berjalan normal. Ia menyebut rapat daring nasional pada Ahad (23/11)…

Read More

PBNU di Tengah Sorotan: Surat Syuriyah dan Respons Gus Yahya

Tangkapan layar Surat Keputusan Rois Syuriah PBNU. - Istimewa

SuaraDuniaNusantara.net — Peredaran surat Syuriyah PBNU Kamis (20/11/2025) menempatkan ormas Islam terbesar Indonesia ini dalam perhatian publik internasional. Dokumen bertanda tangan KH Miftachul Akhyar itu mendesak Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, mundur. Rapat Harian Syuriyah yang dihadiri 37 pengurus mengkaji pemilihan narasumber AKN NU yang dianggap memiliki hubungan dengan jaringan Zionisme Internasional. Dalam konteks hubungan global, isu ini mudah memicu persepsi lintas negara. Sorotan berikutnya, pemberhentian seorang fungsionaris, menunjukkan upaya menegakkan disiplin struktural sesuai Peraturan Perkumpulan NU. Dugaan pelanggaran tata kelola keuangan menjadi poin besar yang disebut dapat…

Read More

PBNU Bergolak, Gus Ipul Jaga Stabilitas, Kubu Yahya Konsolidasi Jaringan Wilayah

Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat. – Dok. Istimewa

SuaraDuniaNusantara.net — Perkembangan internal PBNU yang memanas setelah ultimatum Syuriyah kepada Yahya Cholil Staquf turut menjadi perhatian jaringan diaspora NU. Untuk meredakan ketegangan, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh pengurus menjaga ketenangan. “Tidak boleh terbawa arus berita yang menyesatkan,” ujarnya, Jumat (21/11/2025). Ia menegaskan bahwa penyelesaian organisasi berada di tangan Syuriyah PBNU dan meminta seluruh tingkatan NU menjaga keteduhan. Sementara itu, kubu Yahya menyiapkan langkah konsolidasi dengan mengumpulkan Ketua PWNU se-Indonesia dalam rapat koordinasi di Surabaya pada Sabtu malam (22/11/2025). Agenda tersebut tercantum dalam surat Nomor 4760/PB.03/A.I.01.44/99/11/2025…

Read More