Serangan Rusia ke Kyiv kembali terjadi pada malam 4-5 September, merusak bangunan tempat tinggal dan melukai dua perempuan di Boryspil.
Serangan Rusia ke Kyiv kembali berlangsung pada malam 4-5 September 2026. Gelombang drone bertenaga jet menyasar ibu kota Ukraina dan wilayah sekitarnya.
Serangan berlanjut setelah tengah malam 5 September. Padahal, sebelumnya muncul laporan mengenai penghentian serangan selama kunjungan utusan Amerika Serikat.
Di Boryspil, dua perempuan terluka akibat serangan tersebut. Keduanya kemudian mendapat perawatan di rumah sakit.
Serangan Rusia ke Kyiv Rusak Bangunan di Boryspil
Boryspil berada sekitar 29 kilometer sebelah timur Kyiv. Serangan Rusia merusak bagian atas sebuah bangunan tempat tinggal sembilan lantai.
Menurut Administrasi Militer Oblast Kyiv, atap dan lantai atas bangunan itu mengalami kerusakan serta terbakar.
Sementara itu, Kepala Administrasi Kota Kyiv Tymur Tkachenko melaporkan kondisi dua korban. Ia menyebut keduanya mengalami luka dan telah mendapat perawatan medis.
Di lapangan, ledakan juga terdengar di pusat Kyiv pada Jumat malam. Pihak berwenang kemudian beberapa kali mengaktifkan peringatan serangan udara.
Alarm Udara Berulang Sepanjang Malam
Peringatan serangan udara muncul di Kyiv dan Oblast Kyiv dalam beberapa waktu berbeda.
Di distrik Boryspil, alarm berlangsung sekitar pukul 23.55 hingga 00.26 waktu setempat.
Selanjutnya, sirene kembali terdengar di Kyiv dan wilayah sekitar sekitar pukul 02.00.
Alarm terbaru terdengar di sejumlah distrik Oblast Kyiv sekitar pukul 05.30 waktu setempat.
Dengan demikian, serangan berlangsung dalam beberapa gelombang hingga menjelang pagi.
Drone Bertenaga Jet Kembali Digunakan
Yang jadi sorotan, Rusia kembali menggunakan drone bertenaga jet dalam serangan malam tersebut.
Drone jenis itu sebelumnya juga muncul dalam sejumlah serangan terbaru terhadap Ukraina.
Selain Kyiv dan Oblast Kyiv, drone serta bom luncur Rusia menyasar beberapa wilayah lain.
Poltava, Dnipro, dan Odesa termasuk sejumlah kota yang menjadi sasaran sepanjang malam.
Namun, perkembangan tersebut berlangsung ketika Ukraina menyerukan penghentian serangan udara selama agenda diplomatik Amerika Serikat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya meminta Rusia menghentikan serangan selama kunjungan Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Keduanya dijadwalkan mengunjungi Kyiv pada Minggu (6/9/2026). Kunjungan tersebut berkaitan dengan pembicaraan mengenai upaya mengakhiri perang.
Meski begitu, serangan kembali terjadi pada malam sebelum agenda tersebut berlangsung.

