Nasional

Survei Elektabilitas Capres: Prabowo 41,5%, Anies 21,8%

survei elektabilitas capres
survei elektabilitas capres

Parameter Politik Indonesia (PPI) merilis hasil survei elektabilitas capres terbaru lewat paparan daring pada Minggu (18/10/2026). Presiden Prabowo Subianto memimpin dengan 41,5 persen, sementara Anies Baswedan dan Pramono Anung membuntuti di belakangnya.

Dalam simulasi tiga nama, Prabowo menempati posisi teratas dengan 41,5 persen. Anies, mantan Gubernur DKI Jakarta, meraih 21,8 persen. Pramono, Gubernur Jakarta saat ini, mengantongi 6,7 persen. Sementara itu, 30,1 persen responden belum menentukan pilihan.

Selisih antara Prabowo dan Anies mencapai 19,7 poin persentase. Anies dan Pramono sama-sama berada di bawah Prabowo dalam seluruh simulasi yang diuji PPI. Angka-angka itu menggambarkan peta dukungan saat survei berlangsung, bukan hasil pemilihan.

Gibran Masuk dalam Simulasi Lima Nama

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka muncul dalam simulasi lima nama. Prabowo kembali unggul dengan 40,5 persen. Anies menyusul di posisi kedua dengan 17,7 persen. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berada di urutan ketiga dengan 14,0 persen.

Gibran menempati peringkat keempat dengan 12,2 persen, lalu Pramono dengan 3,9 persen. Responden yang belum menentukan pilihan mencapai 11,7 persen. Dengan demikian, Gibran tetap berada di bawah Prabowo pada simulasi ini.

Simulasi 17 Nama dan Putusan Mahkamah Konstitusi

PPI juga menguji 17 nama sekaligus. Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menjelaskan dasar penyusunan daftar itu. Menurut dia, daftar tersebut memuat ketua umum partai dan tokoh yang berpotensi diusung partai, termasuk partai nonparlemen.

Adi mengaitkan asumsi itu dengan putusan Mahkamah Konstitusi soal ambang batas pencalonan presiden. “Asumsi ini kita bangun tentu berdasarkan dari putusan Mahkamah Konstitusi beberapa waktu yang lalu bahwa tidak ada yang terkait dengan presidential threshold,” kata Adi dalam paparan survei secara daring, Minggu (18/10/2026).

Pada simulasi ini, Prabowo tetap di puncak dengan 34,0 persen, sedangkan Anies mencatat 19,4 persen. AHY mendapat 11,1 persen dan Gibran 10,9 persen. Muhaimin Iskandar memperoleh 3,0 persen, Yusril Ihza Mahendra 1,7 persen, dan Pramono 1,6 persen.

Puan Maharani mengantongi 1,4 persen dan Kaesang Pangarep 1,3 persen. Surya Paloh meraih 1,1 persen, Zulkifli Hasan 0,8 persen, serta Bahlil Lahadalia 0,6 persen. Muhammad Mardiono mencatat 0,5 persen. Said Iqbal dan Al Muzzammil Yusuf masing-masing 0,4 persen, Anis Matta 0,3 persen, dan Angela Tanoesoedibjo 0,2 persen. Sisanya, 11,3 persen, masih undecided.

Simulasi Presiden Terbuka Memunculkan Nama Lain

Dalam survei presiden terbuka, Prabowo tetap unggul dengan 31,6 persen. Format terbuka umumnya tidak membatasi responden pada daftar nama tertentu. Dedi Mulyadi menyusul dengan 11,4 persen, lalu Anies 10,1 persen dan Gibran 6,9 persen.

Ganjar Pranowo mengantongi 4,4 persen, AHY 2,3 persen, dan Mahfud MD 1,7 persen. Sherly Tjoanda meraih 1,1 persen. Purbaya Yudhi Sadewa dan Basuki Tjahaja Purnama masing-masing mendapat 0,8 persen, sedangkan Pramono 0,6 persen.

Muhaimin dan Sugiono sama-sama mencatat 0,2 persen. Rocky Gerung, Abdul Somad, Kaesang, Erick Thohir, Bahlil, dan Yusril masing-masing meraih 0,1 persen. Nama lain berjumlah 1,9 persen, sedangkan 25,5 persen responden menjawab tidak tahu.

Metodologi dan Kontrol Kualitas Survei

PPI memakai kerangka sampling dari data kelurahan dan jumlah pemilih tahun 2024 milik KPU RI. Responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Stratifikasi memperhatikan jenis kelamin dan agama responden.

Target responden mencapai 1.200 orang. Mereka tersebar proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan. Pewawancara menemui responden secara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026.

Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error 2,83 persen. Artinya, angka sebenarnya bisa bergeser sekitar 2,83 poin dari temuan survei. Tim melakukan kontrol kualitas untuk menjaga akurasi dan reliabilitas data. Pengecekan ulang menyasar 50 persen responden, atau 5 responden untuk setiap surveyor.

Gambaran Sementara Peta Elektabilitas

Seluruh simulasi PPI menempatkan Prabowo di posisi pertama dengan angka 31,6 hingga 41,5 persen. Anies konsisten berada di posisi kedua pada tiga simulasi berbasis daftar nama. Pada simulasi terbuka, Dedi Mulyadi menempati posisi kedua. Hasil ini merupakan potret pada periode pengambilan data dan dapat berubah seiring dinamika politik.

DATA : paparan hasil survei PPI oleh Direktur Eksekutif Adi Prayitno (18/10/2026), data kelurahan dan pemilih KPU RI 2024, serta putusan Mahkamah Konstitusi terkait presidential threshold.