Bareskrim Periksa Dude Harlino dalam Kasus DSI, Ini Materinya

Pemeriksaan Dude DSI - suara dunia nusantara


Suara Dunia Nusantara – Pemeriksaan DSI memasuki tahap lanjutan setelah Bareskrim Polri memanggil Dude Harlino sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan PT Dana Syariah Indonesia. Pemeriksaan ini difokuskan pada peran Dude sebagai brand ambassador serta keterkaitannya dengan aktivitas promosi perusahaan.

Apa Materi Pemeriksaan terhadap Saksi?

Dude Harlino memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus pada Kamis, 2 April 2026. Ia diperiksa bersama istrinya, Alyssa Soebandono, dalam kapasitas sebagai saksi.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik menggali berbagai aspek terkait hubungan kerja Dude dengan PT DSI. Pertanyaan difokuskan pada job desk, ruang lingkup pekerjaan, serta bentuk komunikasi dengan pihak perusahaan.

Kuasa hukum Dude, Muhammad Al Ayyubi Harahap, menyebut materi pemeriksaan berkaitan langsung dengan peran sebagai brand ambassador. “Pertanyaan seputar job desk dan kerja-kerjanya seperti apa,” ujarnya.

Pada titik ini, penyidik berupaya memastikan batas keterlibatan saksi dalam kegiatan perusahaan.

Pendalaman Kontrak dan Peran Promosi

Selain job desk, penyidik juga memeriksa kontrak kerja yang mengikat Dude dengan PT DSI. Kontrak tersebut bersifat tahunan sejak 2022 hingga 2025.

Baca Juga :  32 Pertanyaan untuk Dude Harlino, Penyidik Dalami Peran Promosi DSI

Dalam praktiknya, kontrak menjadi dasar untuk memahami posisi saksi. Dude menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan fungsi promosi sesuai kesepakatan.

Hanya sebagai brand ambassador,” katanya.

Penyidik juga mendalami apakah terdapat informasi khusus dari perusahaan yang digunakan dalam kegiatan promosi. Hal ini mencakup pemahaman terhadap produk dan rencana bisnis yang disampaikan ke publik.

Bagaimana Arah Penyidikan Ditetapkan?

Pemeriksaan saksi menjadi bagian penting dalam mengurai rangkaian peristiwa dalam kasus DSI. Bareskrim berupaya memetakan peran setiap pihak yang terlibat, termasuk pihak eksternal seperti brand ambassador.

Dalam konteks ini, penyidik tidak hanya fokus pada pelaku utama. Mereka juga menelusuri bagaimana informasi disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk promosi.

Pada saat yang sama, aparat telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Mereka berasal dari jajaran internal perusahaan, termasuk direktur utama dan komisaris.

Penguatan Alat Bukti

Yang menjadi perhatian, keterangan saksi digunakan untuk memperkuat alat bukti yang telah dikumpulkan. Penyidik mencocokkan informasi dari berbagai pihak untuk mendapatkan gambaran utuh.

Baca Juga :  Pesantren Ploso Perluas Solidaritas Lintas Wilayah

Selain itu, langkah pemblokiran rekening dan penyitaan aset juga dilakukan untuk mendukung proses penyidikan. Tercatat, 63 rekening telah diblokir dan sebagian dana berhasil diamankan.

Dalam kerangka ini, pemeriksaan terhadap saksi seperti Dude menjadi bagian dari proses verifikasi.

Posisi Saksi dalam Proses Hukum

Dude Harlino menegaskan kehadirannya dalam pemeriksaan merupakan bentuk dukungan terhadap proses hukum. Ia berharap keterangannya dapat membantu penyidik.

Kami hadir memberikan support sebagai saksi,” ujarnya.

Ia juga mengungkap bahwa ini merupakan pemeriksaan pertama yang dijalaninya. Ia membuka kemungkinan adanya pemeriksaan lanjutan jika diperlukan.

Batas Pengetahuan Saksi

Dalam keterangannya, Dude menyatakan tidak mengetahui aktivitas internal perusahaan. Ia menegaskan posisinya sebagai pihak eksternal yang hanya terlibat dalam promosi.

Hal ini menjadi bagian penting dalam penyidikan. Penyidik perlu memastikan sejauh mana pengetahuan saksi terhadap dugaan tindak pidana yang terjadi.

Di sisi lain, Dude mengaku baru memahami skema dugaan penipuan setelah mengikuti Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI pada Januari lalu.

Baca Juga :  Beras Analog Uwi Perluas Pilihan Pangan Diaspora

Dari situ baru dijelaskan bagaimana skemanya,” ucapnya.

Keterangan tersebut memperlihatkan adanya batas informasi yang dimiliki saksi dalam kasus ini. Dalam proses hukum, perbedaan tingkat pengetahuan ini menjadi faktor penting dalam menentukan peran masing-masing pihak.

Related posts