Suara Dunia Nusantara – Pemeriksaan DSI terhadap Dude Harlino di Bareskrim Polri mengungkap detail jumlah dan arah pertanyaan yang diajukan penyidik. Aktor tersebut mengaku menjawab 32 pertanyaan, yang berfokus pada perannya dalam kegiatan promosi PT Dana Syariah Indonesia.
Apa Saja yang Ditanyakan Penyidik?
Dalam pemeriksaan yang berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus menggali berbagai aspek dari keterlibatan Dude Harlino.
Pertanyaan yang diajukan mencakup ruang lingkup pekerjaan sebagai brand ambassador, bentuk komunikasi dengan perusahaan, serta pemahaman terhadap produk yang dipromosikan.
Dude menyebut bahwa seluruh pertanyaan berkaitan langsung dengan tugas profesionalnya. “Hanya seputar itu saja sebenarnya,” ujarnya.
Pada sisi yang sama, istrinya Alyssa Soebandono juga menjalani pemeriksaan dengan menjawab 21 pertanyaan.
Fokus pada Peran Promosi
Yang jadi sorotan, penyidik menitikberatkan pemeriksaan pada aktivitas promosi. Hal ini mencakup bagaimana informasi disampaikan kepada publik serta sumber informasi yang digunakan.
Penyidik juga mendalami apakah perusahaan memberikan arahan khusus dalam menyusun pesan promosi. Langkah ini penting untuk memahami alur komunikasi kepada calon investor.
Dalam praktiknya, Dude menegaskan bahwa dirinya hanya menyampaikan materi yang diberikan oleh perusahaan. Ia tidak terlibat dalam penyusunan strategi bisnis.
Bagaimana Penyidik Mengurai Peran Saksi?
Dalam proses penyidikan, setiap keterangan saksi digunakan untuk memetakan keterlibatan pihak-pihak yang terkait. Penyidik berupaya membedakan antara peran internal dan eksternal.
Dude secara konsisten menyatakan bahwa dirinya berada di luar struktur perusahaan. Ia tidak memiliki akses terhadap operasional maupun pengelolaan dana.
“Kami pihak eksternal yang jasanya disewa,” ungkap kuasa hukumnya.
Dengan demikian, pemeriksaan difokuskan pada batas peran tersebut dan bagaimana peran itu dijalankan.
Hubungan dengan Barang Bukti
Selain keterangan saksi, penyidik juga mengaitkan jawaban yang diberikan dengan barang bukti yang telah dikumpulkan. Hal ini termasuk kontrak kerja dan data promosi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara pernyataan saksi dan dokumen yang ada.
Pada saat yang sama, penyidik telah melakukan pemblokiran puluhan rekening serta penyitaan sejumlah dana. Proses ini menjadi bagian dari penguatan bukti dalam kasus DSI.
Arah Lanjutan Pemeriksaan
Dude Harlino menyebut bahwa pemeriksaan ini merupakan yang pertama kali ia jalani. Ia juga menyatakan kesiapan untuk memberikan keterangan tambahan jika dibutuhkan.
“Mungkin nanti butuh informasi dari kita,” katanya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses pemeriksaan masih terbuka untuk pengembangan lebih lanjut.
Peran Saksi dalam Proses Penyidikan
Dalam konteks ini, saksi memiliki peran penting dalam memberikan gambaran kronologi dan hubungan kerja. Informasi yang disampaikan membantu penyidik memahami alur peristiwa.
Namun demikian, Dude menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui skema dugaan penipuan yang kini diselidiki. Ia baru memahami persoalan tersebut setelah mengikuti perkembangan melalui forum resmi.
“Baru saat itu saya paham,” ujarnya.
Keterangan tersebut menjadi bagian dari analisis penyidik dalam menilai sejauh mana keterlibatan setiap pihak. Pemeriksaan saksi terus berlanjut untuk memperjelas konstruksi perkara yang sedang ditangani.
