Teknologi

Xiaomi 18 Pro Siap Meluncur Global November 2026, Ini Perbedaannya

Xiaomi 18
Xiaomi 18

Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max dikonfirmasi masuk pasar global pada November 2026. Peluncuran tersebut menjadi langkah Xiaomi memperluas ponsel flagship berchipset 2 nm dan kamera Leica ke luar Tiongkok.

Jakarta, Selasa (3/11/2026) — Xiaomi resmi mengonfirmasi rencana peluncuran global Xiaomi 18 Pro Series pada November 2026. Dua model yang disiapkan adalah Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max, setelah keduanya pertama kali diperkenalkan di Tiongkok pada 23 September 2026. Konfirmasi tersebut disampaikan Xiaomi melalui kanal resminya dan dilaporkan sejumlah media teknologi pada 3 November 2026.

Peluncuran global ini penting karena Xiaomi 18 Pro Series membawa sejumlah fitur unggulan yang sebelumnya hanya tersedia di pasar Tiongkok. Keduanya memakai platform Qualcomm Snapdragon generasi terbaru berarsitektur 2 nm, layar AMOLED 120 Hz, serta sistem kamera utama yang dikembangkan bersama Leica.

Xiaomi 18 Pro Hadir dengan Layar Ganda

Xiaomi 18 Pro menggunakan layar utama AMOLED LTPO berukuran 6,4 inci dengan laju penyegaran 120 Hz dan kecerahan puncak hingga 4.000 nits. Ponsel ini juga membawa layar sekunder AMOLED di bagian belakang berukuran 2,7 inci yang mendukung 120 Hz.

Adapun Xiaomi 18 Pro Max memakai layar utama lebih besar, yaitu 6,9 inci AMOLED LTPO 120 Hz. Layar belakangnya mencapai 2,9 inci, sehingga pengguna dapat memantau notifikasi, memotret dengan kamera utama, atau mengendalikan fungsi tertentu tanpa membuka layar depan.

Kedua perangkat diklaim tahan debu dan air dengan sertifikasi IP68 serta IP69. Xiaomi juga menyebut penggunaan Dragon Crystal Glass 3 sebagai pelindung layar. 

Kamera Leica dan Chipset 2 nm

Di sisi kamera, Xiaomi 18 Pro dan Pro Max membawa tiga kamera belakang. Konfigurasinya mencakup sensor utama 200 MP dengan OIS, telefoto periskop 200 MP dengan zoom optik 3,2x dan OIS, serta kamera ultrawide 50 MP beroptik Leica.

Untuk performa, Xiaomi 18 Pro memakai Snapdragon 8 Elite Gen 6, sementara Xiaomi 18 Pro Max menggunakan varian Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Keduanya berbasis proses manufaktur 2 nm yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi daya dan menjaga performa saat beban tinggi.

Sistem operasi yang dibawa adalah Xiaomi HyperOS 4 berbasis Android 17. Kombinasi tersebut menjadi bagian dari strategi Xiaomi untuk menawarkan pengalaman flagship yang lebih fokus pada kecepatan, fotografi, dan integrasi perangkat.

Baterai Global Lebih Kecil

Perbedaan paling mencolok antara versi Tiongkok dan versi global ada pada kapasitas baterai. Xiaomi 18 Pro versi global dilaporkan memakai baterai 6.000 mAh, lebih kecil dibanding varian Tiongkok yang mencapai 7.000 mAh.

Sementara itu, Xiaomi 18 Pro Max global diperkirakan membawa baterai 7.050 mAh. Angka tersebut juga lebih rendah dari versi Tiongkok yang menggunakan baterai hingga 8.500 mAh.

Meski kapasitasnya disesuaikan, kedua ponsel masih didukung pengisian daya kabel cepat dan pengisian nirkabel. Laporan teknologi menyebut dukungan pengisian kabel hingga 100W serta pengisian nirkabel 50W pada konfigurasi tertentu.

Harga dan Ketersediaan

Xiaomi belum mengumumkan harga resmi untuk seluruh pasar global. Namun, laporan dari Eropa menyebut Xiaomi 18 Pro berpotensi dijual mulai 1.449 euro untuk varian 12 GB/256 GB, sementara versi 512 GB dipatok sekitar 1.649 euro. Angka tersebut masih berstatus bocoran dan perlu dikonfirmasi pihak Xiaomi.

Untuk ketersediaan, Xiaomi Singapura telah menyatakan Xiaomi 18 Pro Series akan hadir pada November 2026. Di Indonesia, kehadiran seri ini juga mulai menarik perhatian setelah akun resmi Xiaomi Indonesia memunculkan konten terkait di media sosial, meskipun tanggal peluncuran dan harga lokal belum diumumkan.

Dengan peluncuran global November 2026, Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max berpotensi menjadi pesaing baru di segmen ponsel premium. Persaingan akan semakin ketat karena Xiaomi menggabungkan chipset 2 nm, kamera Leica 200 MP, layar belakang, serta desain tahan air dalam satu paket flagship.