Apple mencatat pendapatan kuartal keempat fiskal 2026 sebesar 114,5 miliar dolar AS pada Senin 2 November 2026. Angka itu naik 12 persen dari tahun sebelumnya di tengah krisis chip memori yang terus menekan margin.
Perusahaan teknologi asal Cupertino itu mengumumkan hasil keuangan terbaru di bawah kepemimpinan CEO baru John Ternus. Ini menjadi laporan kuartalan pertama setelah Ternus menggantikan Tim Cook pada September 2026. Penjualan iPhone dan Mac menjadi penopang utama pertumbuhan.
Data resmi Apple menunjukkan iPhone menyumbang 57,6 miliar dolar AS, naik 17 persen. Mac bahkan melonjak 24 persen ke 10,8 miliar dolar AS. Segmen Services juga mencetak rekor 31,6 miliar dolar AS.
Pendapatan Apple Tembus Rekor di Tengah Tekanan Pasokan
Apple menyebut kinerja kuartal September 2026 sebagai yang terbaik dalam sejarah fiskal perusahaan. Total pendapatan tahunan fiskal 2026 mencapai sekitar 479 miliar dolar AS. Installed base perangkat aktif kini melebihi 2,5 miliar unit.
Namun, keberhasilan itu tidak lepas dari tantangan rantai pasok. Ketersediaan chip lanjutan dan memori terbatas. Apple mengakui iPhone, iPad, dan Mac mengalami kendala pasokan sepanjang kuartal.
Chief Operating Officer Sabih Khan menjelaskan, keterbatasan terutama terjadi pada node manufaktur canggih. Transisi ke teknologi 2 nanometer mulai meredakan sebagian tekanan. Namun, permintaan tetap lebih tinggi dari kapasitas yang tersedia.
Menurut laporan Reuters dan MacRumors, Apple telah meningkatkan komitmen pembelian manufaktur sebesar 33 miliar dolar AS dalam kuartal tersebut. Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan memori di tengah harga yang terus naik.
Krisis Chip Memori Tekan Margin Keuntungan
CEO John Ternus secara terbuka menyebut situasi harga memori saat ini sebagai “unprecedented”. Ia menegaskan biaya memori akan lebih tinggi lagi pada kuartal Desember. Tren kenaikan diperkirakan berlanjut hingga 2027.
“What we’re seeing with memory pricing right now is unprecedented. For the December quarter, we expect even higher memory costs,” ujar Ternus dalam panggilan investor, seperti dikutip dari berbagai laporan termasuk CNBC dan Reuters.
Gross margin kuartal keempat berada di 47,9 persen. Angka itu masih dalam kisaran yang diproyeksikan sebelumnya. Namun, untuk kuartal liburan Desember, Apple memproyeksikan margin hanya 45 hingga 46 persen.
Kenaikan harga produk yang dilakukan Apple pada Juni dan September memberikan sedikit offset. Harga Mac, iPad, dan iPhone sudah dinaikkan lebih dulu. Inventaris carry-in dari pembelian memori sebelumnya juga membantu menahan dampak sementara.
Analis melihat krisis chip ini sebagai dampak langsung dari lonjakan permintaan data center AI global. Pasokan memori terserap besar-besaran oleh industri kecerdasan buatan. Hampir semua produsen perangkat elektronik merasakan tekanan serupa.
Prospek Kuartal Liburan dan Langkah Apple
Apple memperkirakan pendapatan kuartal Desember tumbuh 7 hingga 10 persen secara tahunan. Angka itu mencerminkan pandangan terbaik perusahaan terhadap pasokan yang masih terbatas. Kevan Parekh, CFO Apple, menyebut kuartal tersebut berpotensi menjadi yang tertinggi dalam sejarah perusahaan.
Services diproyeksikan tumbuh 8 hingga 9 persen. Sementara itu, biaya tambahan dari peluncuran fitur Siri berbasis AI juga ikut membebani margin. Apple terus berupaya mengunci pasokan jangka panjang dengan pemasok memori utama.
Di pasar global, kinerja Greater China naik 21 persen ke 17,5 miliar dolar AS. Amerika tetap menjadi kontributor terbesar. India mencatatkan rekor pendapatan sepanjang masa bagi Apple di wilayah tersebut.
Observasi pasar menunjukkan saham Apple sempat turun sekitar 3 hingga 4 persen setelah pengumuman. Investor menyoroti penurunan margin yang lebih tajam dari perkiraan Wall Street. Namun, pertumbuhan top-line yang solid memberikan penyeimbang.
Apple terus meningkatkan inventaris komponen. Total inventaris naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar berupa komponen, bukan barang jadi. Langkah stockpiling ini menunjukkan perusahaan bersiap menghadapi tekanan pasokan yang lebih lama.
Krisis chip memori tidak hanya menekan Apple. Industri smartphone dan PC secara luas sudah merasakan dampak kenaikan harga komponen. Beberapa kompetitor terpaksa menaikkan harga jual atau menunda peluncuran produk.
Bagi konsumen, dampak langsung bisa berupa ketersediaan stok yang terbatas pada model tertentu. Apple belum memberikan timeline pasti kapan pasokan dan permintaan akan seimbang, terutama untuk produk baru seperti iPhone Duo.
Dengan basis instalasi yang kuat dan ekosistem Services yang terus tumbuh, Apple tetap optimistis. Perusahaan menekankan kemampuan rantai pasok yang sudah teruji. Namun, Ternus dan jajaran eksekutif mengakui tantangan memori saat ini berbeda dari siklus sebelumnya.
Data terbaru per 4 November 2026 menegaskan bahwa pendapatan Apple tetap solid. Di sisi lain, krisis chip memori menjadi isu utama yang akan memengaruhi profitabilitas hingga tahun depan. Investor dan pengamat teknologi terus memantau bagaimana Apple mengelola tekanan ini sambil mempertahankan pertumbuhan.