Pelaku Mutilasi Depok Saepul Jualan Piscok di Stasiun

pelaku mutilasi Depok

Saepul, tersangka mutilasi pria K di Depok, diketahui sehari-hari berdagang pisang cokelat di Stasiun Pondok Cina. Polisi juga mengungkap riwayat pekerjaannya.

Pelaku mutilasi Depok, Saepul, sehari-hari berdagang pisang cokelat atau piscok di Stasiun Pondok Cina. Polisi mengungkap informasi tersebut saat menjelaskan latar belakang tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan Saepul bekerja sebagai pedagang. Pernyataan itu disampaikan saat polisi memberikan perkembangan kasus mutilasi pria berinisial K.

Pelaku Mutilasi Depok Pernah Jadi Guru Matematika

Sebelum berjualan piscok, Saepul pernah bekerja sebagai tenaga pengajar. Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendara menyebut Saepul pernah mengajar matematika.

Menurut pengakuan tersangka, pekerjaan tersebut berlangsung di sebuah SMP di Pandeglang, Banten. Namun, Saepul sudah tidak lagi mengajar di sekolah tersebut.

Selain itu, polisi mengetahui Saepul pernah mengikuti ajang pencarian bakat di televisi. Rekaman penampilannya kemudian beredar melalui sejumlah akun media sosial.

Dalam video tersebut, Saepul mengaku mengikuti ajang pencarian bakat untuk membantu ibunya. Saat itu, ibunya disebut berjualan sayuran di pasar.

Kronologi Mutilasi Pria K di Depok

Sementara itu, kasus mutilasi bermula pada 23 Juli 2026. Saepul membunuh pria berinisial K di sebuah kontrakan kawasan Cipayung, Depok.

Saepul mengenal K melalui aplikasi komunitas penyuka sesama jenis. Setelah membunuh korban, tersangka kemudian memutilasi jasad tersebut.

Potongan kaki korban selanjutnya dibuang ke Kali Licin, Kota Depok. Hingga Sabtu, 8 Agustus 2026, polisi masih belum menemukan potongan kaki tersebut.

Saepul Sempat Melarikan Diri ke Pandeglang

Setelah melakukan pembunuhan dan mutilasi, Saepul melarikan diri ke Pandeglang, Banten. Polisi mengaitkan lokasi tersebut dengan riwayat pekerjaan tersangka sebagai guru matematika.

Di sisi lain, penyidik terus mendalami keterangan Saepul terkait rangkaian pembunuhan tersebut. Polisi juga mengungkap aktivitas tersangka sebelum kasus mencuat.

Yang jadi sorotan, Saepul memiliki sejumlah latar belakang pekerjaan. Ia pernah mengajar matematika, mengikuti ajang pencarian bakat, lalu berdagang piscok di Stasiun Pondok Cina.

Hingga kini, penyidik masih menangani perkara pembunuhan dan mutilasi terhadap K. Sementara itu, potongan kaki korban yang dibuang ke Kali Licin belum ditemukan.

Related posts