Penembakan sekolah Thailand menewaskan sedikitnya delapan orang di Nonthaburi. PM Anutin menyebut pelaku berusia 14 tahun mengalami stres dan merencanakan serangan.
Penembakan sekolah Thailand terjadi di Debsirin Nonthaburi, Provinsi Nonthaburi, Jumat (7/8/2026). Sedikitnya delapan orang tewas dalam serangan tersebut.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan polisi menemukan dugaan tekanan pendidikan pada pelaku. Polisi juga menduga remaja itu sudah merencanakan aksinya.
Penembakan Sekolah Thailand Diduga Direncanakan
Anutin menyampaikan informasi itu setelah mengunjungi sekolah di Nonthaburi. Lokasi tersebut berada di wilayah pinggiran barat laut Bangkok.
Menurut Anutin, polisi telah menginterogasi teman dekat pelaku. Keterangan tersebut mengarah pada dugaan bahwa pelaku mengalami stres terkait pendidikannya.
Sementara itu, Anutin menilai tindakan pelaku menunjukkan adanya perencanaan. Polisi kini masih mendalami motif penembakan yang belum terungkap secara jelas.
Pelaku Penembakan Berusia 14 Tahun
Polisi Thailand mengidentifikasi pelaku sebagai remaja laki-laki berusia 14 tahun. Remaja tersebut juga tercatat sebagai siswa di sekolah tempat penembakan berlangsung.
Pelaku merupakan siswa Mathayom 2 atau setara kelas 8. Polisi belum mengungkap identitasnya kepada publik.
Di sisi lain, Komandan Kepolisian Provinsi Nonthaburi Letnan Kolonel Dechrapee Kongdee memastikan pelaku meninggal setelah aksinya.
Pelaku Gunakan Pistol 9mm di Sekolah
Dalam aksinya, pelaku menggunakan pistol tangan 9mm. Ia kemudian membarikade diri di lantai tiga gedung sekolah.
Akibat penembakan tersebut, sedikitnya delapan orang kehilangan nyawa. Data mengenai korban mencakup siswa dan guru yang berada di lingkungan sekolah.
Yang jadi sorotan, polisi masih berusaha mengungkap motif utama serangan. Pemeriksaan terhadap orang-orang yang mengenal pelaku menjadi bagian dari penyelidikan.
Faktanya, keterangan soal tekanan pendidikan muncul dari hasil pemeriksaan teman dekat pelaku. Namun, aparat belum menyatakan faktor tersebut sebagai motif final penembakan.
Dengan demikian, penyelidikan masih berfokus pada rangkaian persiapan serangan, kondisi pelaku, serta alasan di balik aksinya.

