SuaraDuniaNusantara.net – Indonesia mengakhiri SEA Games 2025 di Thailand dengan peringkat kedua dan total 333 medali. Prestasi ini menjadi catatan terbaik Indonesia dalam 30 tahun terakhir dan mendapat perhatian komunitas Indonesia di dalam maupun luar negeri.
Namun, di balik keberhasilan diplomasi olahraga tersebut, muncul kisah perjuangan mandiri para atlet dan ofisial.
Pengorbanan di Balik Medali
Atlet jetski Aero Sutan Aswar meraih emas endurance open dengan jetski sewaan yang dibiayai sendiri akibat tidak adanya dukungan dana pelatnas. “Masuk kontingen, tapi tidak ada biaya,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Atlet balap sepeda Rendy Varera Sanjaya juga menempuh jalur serupa. Ia menjual mobil pribadi untuk membeli sepeda kompetisi dan menyumbang dua emas serta satu perak bagi Indonesia.
Manajer kickboxing Rosi Nurasjati turut berangkat ke Thailand dengan biaya mandiri setelah dikenai sanksi administratif dari WAKO. Meski demikian, cabang kickboxing berhasil membawa pulang enam medali.

Apresiasi Negara
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penghargaan atas perjuangan atlet Indonesia dan menegaskan komitmen pemerintah untuk menghormati capaian mereka.
Kisah-kisah ini menjadi perhatian publik dan diaspora Indonesia sebagai refleksi pembinaan olahraga nasional yang beriringan dengan dedikasi personal atlet.***
