Nasional

Jadwal TKA 2026 Dimulai 26 Oktober, 3,86 Juta Siswa Siap Ujian

TKA 2026
TKA 2026

Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat mulai digelar Senin, 26 Oktober 2026. Kemendikdasmen mencatat 3.864.195 peserta telah mendaftar dari total 4.213.114 calon peserta.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan pelaksanaan TKA 2026 berlangsung dari 26 Oktober hingga 8 November 2026. Asesmen ini melibatkan peserta pendidikan formal pada jenjang SMA, MA, SMK, serta satuan pendidikan sederajat.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menyatakan pihaknya telah menyiapkan pendataan peserta, sistem asesmen, hingga pengawasan. Persiapan itu ditujukan agar pelaksanaan TKA berjalan tertib dan memberi kesempatan yang sama bagi seluruh murid.

“Besarnya jumlah pendaftar itu menjadi tanggung jawab kami untuk menyediakan layanan asesmen yang tentunya harus tertib, adil, dan juga bisa dipercaya,” ujar Toni dalam keterangan resmi, Sabtu (24/10/2026).

Jadwal TKA 2026 Dua Gelombang

Pelaksanaan TKA reguler bagi peserta pendidikan formal dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26 sampai 29 Oktober 2026.

Selanjutnya, gelombang kedua dijadwalkan pada 2 sampai 5 November 2026. Pembagian gelombang mempertimbangkan kapasitas infrastruktur serta kemampuan sistem untuk melayani peserta dalam jumlah besar.

Kemendikdasmen juga menetapkan gelombang khusus mata pelajaran wajib pada 31 Oktober sampai 1 November 2026. Adapun gelombang khusus mata pelajaran pilihan berlangsung pada 7 sampai 8 November 2026.

Peserta yang berhalangan mengikuti asesmen pada jadwal utama masih memperoleh kesempatan melalui mekanisme susulan. Kendala teknis, sakit, maupun kondisi khusus lainnya menjadi dasar penentuan peserta yang dapat mengikuti jadwal susulan.

Pendaftar TKA Capai 91,72 Persen

Berdasarkan data Kemendikdasmen per 23 Oktober 2026, jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai 3.864.195 orang. Angka itu setara dengan 91,72 persen dari total 4.213.114 calon peserta.

Tingkat pendaftaran pada jenjang SMA tercatat 95,68 persen. Sementara itu, jenjang MA mencapai 95,64 persen dan SMK mencapai 93,10 persen.

Toni menilai tingginya minat pendaftaran menunjukkan antusiasme murid mengikuti TKA. Ia mengimbau peserta mengerjakan soal secara jujur sesuai kemampuan masing-masing.

“Kami punya tagline ‘Jujur dan Gembira’. Artinya, jujur berarti mengerjakan dengan kemampuan sendiri. Kemudian ketika bicara gembira, berarti datang dengan tenang, percaya diri, dan tentunya tidak terbebani secara berlebihan,” kata Toni.

Gladi Bersih Uji Sistem Asesmen

Untuk memastikan kesiapan teknis, Kemendikdasmen menggelar gladi bersih pada 5 sampai 18 Oktober 2026. Tahapan tersebut menguji perangkat, jaringan internet, sistem asesmen, serta pemahaman petugas dan peserta.

Gladi bersih moda daring diikuti 3.015.860 peserta dengan tingkat partisipasi 90,90 persen. Sementara gladi bersih moda semi-daring diikuti 498.897 peserta dengan partisipasi 91,79 persen.

Rahmawati
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan gladi bersih menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi kendala sebelum asesmen utama. Satuan pendidikan dapat memperbaiki persoalan perangkat, jaringan, dan sistem lebih awal.

Untuk moda daring, sistem TKA disiapkan melayani hingga 900.000 peserta secara bersamaan. Kemendikdasmen juga menyiapkan 50.474 pengawas ruang dan 1.710 penyelia dari perguruan tinggi negeri.

Perhatian Khusus Daerah Terdampak Bencana

Kemendikdasmen memberi perhatian khusus pada satuan pendidikan di daerah terdampak bencana. Pemerintah menempatkan keselamatan dan kesehatan murid, guru, serta tim pelaksana sebagai prioritas utama.

“Keselamatan dan kesehatan murid, guru, dan juga seluruh tim pelaksana merupakan prioritas utama kami,” ujar Toni.

Dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah Kementerian Agama berkoordinasi memetakan kondisi akses, kesiapan sekolah, serta keamanan lingkungan. Sekolah yang belum aman tidak dipaksakan mengikuti jadwal utama.

Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penentuan pelaksanaan TKA sesuai jadwal atau melalui jadwal susulan. Langkah ini memastikan murid terdampak bencana tetap memperoleh kesempatan mengikuti asesmen secara aman.

Dengan persiapan sistem, pengawasan, dan fleksibilitas jadwal, Kemendikdasmen berupaya menjalankan TKA 2026 secara tertib, berintegritas, serta adil bagi seluruh peserta.