Samsung mengumumkan SSD Samsung P7 berkonektivitas USB4 untuk pasar Indonesia pada Oktober 2026. Perangkat portabel itu mulai dijual awal November 2026 setelah debut global di Gamescom, Cologne, Jerman, pada 26 Agustus.
Samsung membawa SSD Samsung P7 ke Indonesia sebagai bagian dari lini P Series terbaru. Lini ini terdiri atas dua model, yaitu P9 dan P7. Samsung memosisikan P9 sebagai model andalan bagi kreator video dan pengguna berat. Sementara itu, P7 membawa kecepatan USB4 ke kalangan pengguna yang lebih luas.
Perangkat ini pertama kali tampil di Gamescom 2026, pameran game di Cologne, Jerman. Ajang tersebut berlangsung pada 26–30 Agustus. Menurut Samsung Newsroom, peluncuran global P Series berjalan sejak 31 Agustus 2026, tetapi sebagian kapasitas menyusul belakangan. Di Indonesia, penjualan baru mulai pada awal November 2026.
Kecepatan Baca 4.000 MB/s dan Uji Ketahanan
Samsung mengeklaim SSD P7 membaca data hingga 4.000 MB/s dan menulis hingga 3.800 MB/s. Angka itu berlaku pada kondisi ideal lewat port USB4. Pihak Samsung menyebut angka tersebut sebagai performa transfer data terdepan di industri.
Dengan kecepatan baca 4.000 MB/s, file 40 GB bisa berpindah ke komputer dalam sekitar 10 detik. Perhitungan ini mengabaikan hambatan di sisi komputer. Sebagai pembanding, SSD portabel Samsung T9 memakai USB 3.2 dan hanya membaca serta menulis hingga 2.000 MB/s. Jadi, kecepatan P7 sekitar dua kali lipat.
Dari sisi ketahanan, Samsung menyatakan P7 lulus uji jatuh dari ketinggian 2 meter. SSD ini juga melewati uji benturan dan getaran. Karena itu, perangkat tersebut cocok bagi pengguna yang sering membawa penyimpanan saat bepergian.
Soal konektivitas, Samsung mengeklaim P7 kompatibel dengan beragam perangkat. Daftarnya mencakup desktop, laptop, smartphone, konsol game, hingga kamera. Laporan HotHardware pada 26 Agustus 2026 menyebut P7 membawa performa USB4 ke audiens yang lebih luas dibanding P9.
Klaim Kapasitas 8 TB Melekat pada P9
Satu catatan penting menyangkut kapasitas. Dalam rilis global, Samsung menujukan klaim SSD portabel USB4 8 TB pertama di dunia kepada P9. P7 menawarkan pilihan kapasitas yang sama, yakni 1 TB hingga 8 TB. Laporan ITWire menyebut belum ada pesaing yang memadukan kapasitas 8 TB dan USB4 pada kecepatan setara.
Kebutuhan Data yang Melonjak Jadi Pemicu
Samsung merancang P Series untuk menjawab lonjakan kebutuhan penyimpanan. Menurut perusahaan, pemicunya antara lain video beresolusi sangat tinggi, pembuatan konten AI, dan game berspesifikasi tinggi.
Vice President dan Head of Brand Product Biz Team Samsung Electronics, Tommy Kwon, bicara soal kebutuhan itu. Kwon menyebut data berukuran besar kini jadi bagian keseharian pengguna. Menurut dia, pengguna makin membutuhkan penyimpanan yang lebih cepat dan bisa diandalkan. “Berkat penyimpanan dan backup file yang cepat, P Series dirancang untuk menghadirkan performa yang dibutuhkan para profesional maupun pengguna harian, sehingga mereka dapat bekerja secara efisien untuk berbagai pengaplikasian,” kata Kwon, seperti dikutip KompasTekno dari rilis pers Samsung.
Samsung juga mengaitkan peluncuran ini dengan pemakaian AI yang makin luas di Indonesia. Perusahaan mengutip survei PwC bahwa 96 persen pekerja Indonesia merasa produktivitasnya meningkat berkat AI. Data Google, menurut Samsung, mencatat kreator pengguna tools AI menghemat rata-rata 390 jam per tahun.
Harga dan Ketersediaan di Pasar Indonesia
Samsung menetapkan harga retail yang direkomendasikan (RRP) untuk SSD Samsung P7 di Indonesia. Model 1 TB berharga Rp 5.991.000. Untuk 2 TB, Samsung membanderol Rp 12.282.000, sedangkan 4 TB Rp 25.132.000. Puncak harga ada di varian 8 TB, yaitu Rp 49.785.000.
Konsumen bisa membeli SSD ini lewat Samsung Memory Official Store di marketplace rekanan. Sejumlah toko elektronik pilihan juga akan menjual produk tersebut. Sebagai catatan, harga di atas bersumber dari Samsung lewat KompasTekno dan bisa berbeda di tiap kanal penjualan.
Kehadiran SSD Samsung P7 menandai langkah Samsung membawa USB4 ke penyimpanan portabel untuk pemakaian harian di Indonesia. Calon pembeli bisa memantau ketersediaan unit mulai awal November 2026.