PN KT masuk DPO dan kini diburu polisi setelah identifikasi keduanya berkembang dalam penyelidikan penembakan tiga ASN Jayawijaya.
PN KT masuk DPO dan menjadi sasaran pengejaran Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 setelah polisi memastikan identitas keduanya.
Polisi juga memperkuat personel di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, untuk menjaga keamanan sekaligus mendukung pencarian.
Langkah tersebut muncul setelah tiga ASN Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak pada Rabu (9/9/2026).
Polisi Perkuat Wamena untuk Kejar PN dan KT
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan pengejaran terhadap PN dan KT masih berlangsung.
Menurutnya, polisi terus mengembangkan setiap informasi untuk mengetahui keberadaan kedua orang tersebut.
“Kami terus melakukan pengejaran dan mengembangkan setiap informasi yang diperoleh untuk mengetahui keberadaan para pelaku,” kata Yusuf.
Selain mengejar PN dan KT, Satgas juga memperkuat personel di Wamena.
Penebalan kekuatan itu bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di lapangan, tambahan personel juga mendukung pencarian terhadap PN, KT, serta pihak lain yang diduga terlibat.
Identifikasi PN-KT Berawal dari Video
Identifikasi PN dan KT bermula dari cuplikan video yang memperlihatkan keduanya melakukan video call dengan keluarga Willi Mbuik.
Willi merupakan ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan.
Selanjutnya, polisi mencocokkan cuplikan tersebut dengan data serta ciri-ciri yang mereka miliki.
Faktanya, pencocokan itu membuat polisi memastikan kedua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk DPO.
“Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” ujar Yusuf, Jumat (11/9).
Lebih jauh, polisi menyebut PN dan KT sebagai anggota KKB Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya.
Keduanya juga diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah perkara kekerasan di Papua.
PN dan KT diduga terlibat dalam penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem pada 8 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut menyebabkan dua warga sipil mengalami luka akibat tembakan.
Sementara itu, polisi juga mengaitkan keduanya dengan penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens.
Pilot tersebut disandera di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023 dan kemudian bebas pada 21 September 2024.
Dalam kasus penembakan tiga ASN, polisi masih mendalami motif serta pihak lain yang terlibat.
Para korban sebelumnya menjalankan kegiatan bantuan ternak, pengecekan lahan cetak sawah, dan penyuluhan peternakan.
Dalam perjalanan menuju Wamena, kelompok bersenjata diduga menghadang kendaraan mereka sebelum menembak para korban.
Akibat kejadian itu, tiga ASN meninggal dunia. Polisi menduga pelaku membawa dua senjata api laras panjang dan sejumlah parang.
Yang perlu digarisbawahi, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani menyatakan setiap informasi akan terus didalami.
“Setiap informasi yang kami peroleh akan kami dalami dan tindak lanjuti sesuai prosedur hukum,” ujar Faizal.

