Lima Pembacaan atas Cara Menjadi Sederhana: Dari Epistemologi Tubuh hingga Etika Kebangsaan

kritik teater absurd, cakrawala world

Sebuah pertunjukan teater jarang menghasilkan satu makna tunggal ketika ditonton oleh mata yang berbeda-beda. Hal itu tampak jelas dalam pementasan Cara Menjadi Sederhana di Ngaos Art, Tasikmalaya, pada 21 Agustus 2026, sebelum karya ini dibawa ke Festival Teater Dosen Indonesia 2026 di ISI Yogyakarta. Kisah sederhana tentang tiga tokoh—Mimi, Kido, dan Miqdam—yang tak kunjung bisa makan karena menunggu sebuah sendok, ternyata memantik sedikitnya lima pembacaan berbeda dari para pengamat dan praktisi teater yang hadir. Berikut rangkumannya. 1. Epistemologi Tubuh — Dr. Rahman Sabur Dr. Rahman Sabur membaca absurditas dalam karya ini…

Read More