Keracunan MBG Tana Toraja menjadi sorotan dalam aksi mahasiswa di Makassar, Jumat (4/9/2026). Ratusan siswa dilaporkan keracunan usai mengonsumsi makanan program tersebut sehari sebelumnya.
Keracunan MBG Tana Toraja dilaporkan menimpa ratusan siswa di Sulawesi Selatan pada Kamis (3/9/2026). Kasus ini muncul setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis.
Kasus Keracunan Kembali Terjadi
Laporan dugaan keracunan makanan MBG bukan kali pertama muncul di sejumlah daerah. Kejadian di Tana Toraja menambah panjang daftar kasus serupa yang sudah beberapa kali disorot publik.
Kasus ini pun menjadi salah satu isu yang turut diangkat mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di Makassar sehari berselang.
Reaksi Mahasiswa di Makassar
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Berlawanan menggelar aksi di depan kampus Universitas Negeri Makassar. Salah seorang peserta aksi, Bara, menyampaikan langsung kaitan kasus tersebut dengan tuntutan mereka.
Ia mengungkapkan, kasus dugaan keracunan menjadi salah satu alasan mahasiswa mendesak evaluasi program MBG secara menyeluruh.
Desakan Evaluasi Program MBG
“Yang kedua juga evaluasi program kerja nasional yaitu MBG dan evaluasi program kerja nasional seperti Kopdes dan lain-lainnya,” kata Bara.
Menurutnya, evaluasi ini mendesak dilakukan mengingat dampak yang dirasakan langsung oleh siswa penerima manfaat program tersebut di berbagai daerah.
Selain itu, mahasiswa turut menyoroti sejumlah isu lain, termasuk tindakan represif terhadap kelompok kritis dan tuntutan pembebasan tahanan politik.
Konteks Demo di UNM
Aksi ini digelar di depan Menara Phinisi, UNM, dengan membawa spanduk kritik terhadap pemerintah pusat. Aksi berlangsung kondusif sebelum akhirnya bergeser ke Jalan Pendidikan.
Massa aksi membakar ban dan memblokade jalan di kawasan tersebut. Situasi kemudian memanas hingga memicu ketegangan dengan warga sekitar lokasi.
Aparat kepolisian akhirnya turun tangan meredam kericuhan yang sempat terjadi di ruas Jalan AP Pettarani pada malam harinya.

