Diplomasi Komunitas: JKPHS Pererat Hubungan Diaspora Indonesia-Malaysia di TTBH ke-24

Ketua Umum JKPHS

suaradunianusantara.net — Organisasi wanita Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) sukses membangun jembatan diplomasi berbasis komunitas melalui Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah (TTBH) ke-24 di Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (12/07/2026). Perhelatan ini menjadi ruang perjumpaan penting bagi ribuan warga domestik serta delegasi diaspora dari Malaysia.

Kehadiran perwakilan internasional mencerminkan meluasnya jangkar kultural dan spritual organisasi melintasi batas negara. Melalui spirit kebangsaan, agenda ini memperkuat soft power Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Pengurus Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID), Joko Herwanto, menegaskan posisi organisasi yang tetap independen dan bebas dari pengaruh geopolitik maupun politik praktis. “Shiddiqiyyah fokus pada ibadah syukur, tidak berafiliasi dengan kepentingan politik dan berkemandirian non proposal,” terangnya dalam forum tersebut, Minggu (12/07/2026).

Ketegasan non-proposal ini memberikan legitimasi kuat bagi jaringan internasional mereka untuk bergerak murni pada misi sosial. Kemandirian ini menjaga marwah organisasi di mata publik internasional.

Konsolidasi Jaringan Transnasional

JKPHS kini menjelma sebagai aktor non-negara yang memiliki struktur kelembagaan kokoh. Kekuatan diplomasinya digerakkan oleh 117 cabang di berbagai wilayah, termasuk beberapa titik strategis di luar negeri.

Jaringan ini didukung oleh 225 anak cabang serta 95 ranting yang terus bergerak aktif di jalur kemanusiaan. Soliditas ini mempermudah penyebaran pesan perdamaian ke berbagai belahan dunia.

Ketua Umum JKPHS, Pujiarti, mengungkapkan bahwa hubungan silaturahmi ini merupakan instrumen syiar yang sangat efektif. “Acara ini sebagai syiar kita untuk mensyiarkan ajaran thoriqoh shiddiqiyyah di bumi purwodadi,” ujarnya di hadapan para delegasi, Minggu (12/07/2026).

Apresiasi dan Dukungan Institusional

Upaya penguatan relasi diaspora ini mendapat atensi positif dari berbagai pemangku kebijakan publik. Kehadiran utusan Gubernur Jawa Tengah, Gunawan Sudarsono, dan pihak Kepolisian Utama Tingkat I Divkum Polri, Langgeng Purnomo, mempertegas dukungan tersebut.

Kehadiran Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, bersama Ibu Nyai Shofwatul Ummah menyempurnakan khidmatnya acara. Pertemuan transnasional ini membuktikan bahwa nilai-nilai lokal mampu menjadi perekat hubungan antarbangsa. ***

Related posts