Kronologi Aipda Yudhie Gugur saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan, Dua Polisi Masih Dicari

Aipda Yudhie Gugur

Kronologi gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra terungkap setelah operasi penggerebekan bandar sabu di Kabupaten Katingan berujung penyerangan terhadap polisi. Dua anggota Satresnarkoba hingga kini masih dalam pencarian.

Operasi penindakan kasus narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Aipda Yudhie Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas, sedangkan dua rekannya masih dalam pencarian.

Bareskrim Polri bersama Polda Kalimantan Tengah kini melakukan penanganan lanjutan, termasuk memburu jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota kepolisian.

Operasi Berawal dari Informasi Peredaran Sabu

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan operasi berawal dari laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui sebagai residivis kasus narkotika.

Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, Satresnarkoba Polres Katingan menerjunkan 12 personel yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok.

Brigjen Eko Hadi Santoso
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso

Target Ditangkap, Massa Melakukan Perlawanan

Tim pertama bergerak menuju rumah target untuk melakukan penangkapan. Di sisi lain, tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

Pada awal operasi, target berhasil diamankan. Namun, situasi berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan parang.

Tak hanya itu, jumlah massa terus bertambah sehingga kondisi di lapangan semakin sulit dikendalikan. Aparat juga menghadapi serangan menggunakan senjata api rakitan.

Personel Menyelamatkan Diri di Sungai dan Hutan

Akibat tekanan yang semakin besar, personel berusaha menyelamatkan diri sambil meminta bantuan tambahan dari satuan lain.

Beberapa anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai sebelum berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Dalam situasi tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dunia akibat luka yang disebabkan senjata tajam.

Sementara itu, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hingga kini masih dicari oleh tim gabungan.

Operasi Pemberantasan Narkoba Akan Dievaluasi

Bareskrim Polri memastikan seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi sebagai tindak lanjut atas insiden di Katingan.

Evaluasi mencakup kesiapan personel, pemetaan ancaman, perencanaan operasi, serta kelengkapan perlengkapan sebelum pelaksanaan penindakan.

Selain melakukan evaluasi, Bareskrim juga memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan untuk mengungkap jaringan narkotika sekaligus menangkap pelaku penyerangan terhadap anggota kepolisian.

Related posts