Dari Hobong ke Jayapura: Tragedi Irene Sokoy dan Diplomasi Kemanusiaan Papua

Irene Sokoy

SuaraDuniaNusantara.net — Kasus Irene Sokoy (31) memperlihatkan bagaimana isu lokal Papua beresonansi hingga ke tingkat nasional. Perjalanan panjangnya dari Kampung Hobong menuju lima rumah sakit di Jayapura menunjukkan betapa layanan darurat belum berpihak pada warga.

Penolakan beruntun menimbulkan reaksi publik luas. Aksi Pemuda Saireri pada 20 November menyerukan bahwa Otsus harus menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama.

Gubernur Mathius Fakhiri memberikan respons keras dengan ancaman sanksi bagi rumah sakit. Senator Filep Wamafma mendesak investigasi sesuai standar konstitusi dan UU Kesehatan.

Keterlibatan UNICEF dalam audit memperlihatkan pentingnya jejaring internasional dalam memperkuat sistem daerah. Papua, dengan AKI tertinggi nasional, memerlukan dukungan terkoordinasi antara pusat, daerah, dan lembaga global.

Keluarga Irene menolak autopsi dan menginginkan pembenahan menyeluruh agar tragedi serupa tidak terulang. (*)

Baca Juga :  Jejak Diplomasi Holland Taylor dan Sensitivitas Ormas Indonesia terhadap Pengaruh Luar

Related posts