Suara Dunia Nusantara – Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah mulai mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di sektor logistik Indonesia. Perusahaan penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial Kalista menilai kondisi tersebut membuka peluang besar bagi transisi logistik hijau, meski tantangan infrastruktur dan investasi awal masih menjadi hambatan utama.
Direktur Utama Kalista Group Albert Aulia Ilyas mengatakan penggunaan kendaraan niaga listrik saat ini masih lebih banyak terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kesiapan infrastruktur pengisian daya yang lebih memadai di kawasan urban.
Namun pada kenyataannya, kebutuhan distribusi logistik nasional juga terus tumbuh di wilayah nonperkotaan. Dalam konteks tersebut, Kalista mulai menyiapkan strategi perluasan infrastruktur kendaraan listrik hingga ke rural area.
“Apabila memang diperlukan dan hitung-hitungan secara bisnis masuk, salah satu solusi yang diberikan Kalista adalah membantu menyiapkan infrastrukturnya,” ujar Albert.
Kendaraan Listrik Logistik Mulai Dilirik Pelaku Usaha
Kalista menilai kenaikan harga bahan bakar minyak mulai mengubah cara pandang pelaku usaha terhadap kendaraan listrik niaga. Harga minyak dunia yang menembus US$100 per barel dinilai langsung meningkatkan tekanan biaya operasional sektor logistik.
Akibatnya, perusahaan mulai mencari alternatif armada yang lebih efisien dari sisi biaya operasional jangka panjang.
Menurut Albert, situasi tersebut membuat pelaku usaha menjadi lebih terbuka terhadap transisi kendaraan listrik.
“Biasanya kalau beban itu sudah mulai terasa, para pelaku usaha akan lebih terbuka untuk melakukan transisi ke kendaraan listrik,” jelasnya.
Di sisi lain, Kalista juga terus melakukan edukasi kepada perusahaan terkait efisiensi biaya penggunaan kendaraan listrik dibanding armada konvensional berbahan bakar fosil.
Tak hanya itu, perusahaan juga mulai menawarkan dukungan infrastruktur pengisian daya untuk mempercepat implementasi kendaraan listrik di sektor logistik.

Perusahaan Tekstil Klaim Hemat Biaya Operasional hingga 70 Persen
Salah satu perusahaan yang mulai menerapkan kendaraan listrik untuk distribusi operasional adalah PT Ever Shine Tex Tbk. atau Evershine Group.
Direktur Ever Shine Group Michael Sung mengatakan penggunaan armada listrik mampu memangkas biaya operasional secara signifikan dibanding kendaraan diesel konvensional.
“Total saving bisa mendekati 70% dibanding kendaraan konvensional,” ujar Michael.
Selain efisiensi biaya, perusahaan juga mencatat penurunan emisi karbon sekitar 35 hingga 41 persen pada rute Jakarta-Bandung pulang pergi.
Saat ini, Evershine Group telah menyiapkan enam unit truk listrik untuk distribusi produk kepada sejumlah pelanggan seperti Uniqlo, Shopee, Gojek, Grab, hingga Eiger.
Yang menarik, implementasi kendaraan listrik tersebut juga terintegrasi dengan Fleet Management System melalui K-Move Dashboard untuk memantau operasional armada secara real-time.
Dalam praktiknya, sistem tersebut memungkinkan perusahaan mengontrol efisiensi perjalanan, konsumsi energi, hingga kondisi armada secara lebih terukur.
Armada Truk Tua Jadi Tantangan Logistik Nasional
Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia atau Aptrindo menilai kendaraan niaga listrik memiliki peluang besar untuk memodernisasi armada logistik nasional.
Ketua Umum Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan mayoritas truk nasional saat ini masih menggunakan mesin berbahan bakar fosil dengan usia operasional yang cukup tua.
Dari total sekitar 6,4 juta unit truk nasional, sekitar 65 persen di antaranya telah beroperasi lebih dari 20 tahun.
Kondisi tersebut dinilai membuka peluang penggunaan truk listrik, terutama di kawasan pelabuhan yang memiliki tingkat polusi udara tinggi akibat dominasi kendaraan diesel.
“Populasi umur truk di pelabuhan berada pada angka 30–40 tahun,” kata Gemilang.
Meski begitu, tantangan terbesar tetap berada pada biaya investasi awal. Harga satu unit truk listrik saat ini diperkirakan mencapai sekitar 2,5 kali lebih mahal dibanding truk diesel konvensional.
