SuaraDuniaNusantara.net—Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memanggil delapan perusahaan yang diduga memperparah banjir besar di Sumatera Utara. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan identifikasi perusahaan dilakukan melalui analisis citra satelit yang menyoroti aktivitas di wilayah strategis DAS Batang Toru, yang menghubungkan Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. “Di daerah curam itu ada aktivitas. Saya mencatat ada delapan entitas,” ujar Hanif, Selasa (2/12/2025). Perusahaan itu berasal dari sektor tanaman industri, tambang emas, dan sawit. KLHK Lakukan Diplomasi Data dan Pemanggilan Resmi Deputi Gakkum KLHK melayangkan panggilan kepada delapan perusahaan…
Read MoreKategori: Daerah
744 Korban Jiwa di Banjir Sumatera, Laporan Internasional Soroti Skala Kerusakan
SuaraDuniaNusantara.net—BNPB mencatat 744 meninggal, 551 hilang, dan lebih dari 2.600 luka-luka akibat banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Selasa malam (2/12/2025). Sebanyak 3,3 juta warga terdampak dan 1,1 juta mengungsi. Lead ini merangkum inti dengan napas jurnalisme diplomasi dan koneksi global. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menuturkan akses menuju sejumlah desa masih tertutup lumpur dan jembatan runtuh. “Saya tidak mengira sebesar ini… Bukan berarti kami tidak peduli,” ujarnya saat meninjau Aek Garoga (30/11/2025). Dalam keterangannya Jumat (28/11/2025), ia menjelaskan status bencana nasional belum ditetapkan karena struktur…
Read MorePakar Lingkungan Respons Pernyataan Prabowo: Sawit Tidak Setara dengan Hutan
SuaraDuniaNusantara.net — Banjir besar yang melanda Sumatera Bagian Utara pada akhir November 2025 memunculkan kembali kritik terhadap hilangnya hutan alam. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Musrenbang 30 Desember 2024 mengenai sawit—“Namanya kelapa sawit ya pohon”—mengundang respon keras dari para ahli lingkungan. Wong Ee Lynn, penulis lingkungan untuk National Geographic Indonesia, mengatakan hutan alam memiliki jaringan ekologis yang kompleks dan tidak dapat disamakan dengan perkebunan monokultur. “Perkebunan monokultur harus menggunakan herbisida, insektisida, dan pupuk sintetis dalam jumlah besar,” tulisnya. Ia menegaskan bahwa penggunaan bahan kimia skala besar mempercepat kerusakan tanah dan…
Read MoreAnhar Minta Pelaku Perusak Hutan Sumatera Pantas Dijatuhi Hukuman Mati
SuaraDuniaNusantara.net — Kritik keras disampaikan sejarawan Anhar Gonggong atas kerusakan hutan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang memicu banjir besar. Dalam video di kanal YouTube @anhargonggongofficial yang diunggah dan dikutip Selasa (2/12/2025), ia mendesak penindakan maksimal terhadap pelaku perusakan hutan. Anhar memandang persoalan ini sebagai bagian dari kegagalan tata kelola yang mencoreng posisi Indonesia di jejaring global pengelolaan lingkungan. “Hukuman mati paling pantas untuk pelaku perusakan lingkungan tersebut,” katanya. Ia menegaskan bahwa dampak banjir Sumbagut menggambarkan kerentanan ekologi yang dipengaruhi kegiatan manusia. Menurutnya, kerusakan hutan bukan hanya membahayakan…
Read MorePrabowo Tekankan Perubahan Iklim Nyata, Indonesia Harus Jaga Lingkungan demi Nama Baik di Dunia
SuaraDuniaNusantara.net — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan perubahan iklim adalah tantangan nyata yang menempatkan Indonesia dalam sorotan global. Saat meninjau bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (1/12), ia meminta pemerintah bertindak tegas menjaga lingkungan sebagai bagian dari komitmen Indonesia di mata dunia. “Perubahan iklim harus kita hadapi dengan baik, pemerintah harus benar-benar berfungsi menjaga lingkungan,” kata Prabowo. Ia menegaskan bahwa banyak negara memperhatikan bagaimana Indonesia mengelola hutan, sungai, dan tata ruang, terutama karena posisinya sebagai negara tropis dengan keanekaragaman hayati besar. Prabowo meminta pemerintah daerah meningkatkan kesigapan menghadapi ancaman…
Read MoreKritik Atas Jejak Izin Hutan Era Zulhas Menggema: Sumatera Banjir, Dunia Menoleh ke Indonesia
SuaraDuniaNusantara.net – Banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menempatkan Indonesia dalam percakapan global mengenai tata kelola hutan dan dampaknya terhadap keselamatan masyarakat. Publik dalam negeri menyoroti kebijakan masa lalu, khususnya periode Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan (2009–2014), sebagai faktor yang berkontribusi terhadap kerentanan ekologis. Sorotan ini memperlihatkan bagaimana isu lokal di Indonesia sering terhubung dengan dinamika global. Unggahan akun Instagram @ootd_balqishumaira77 pada Senin (1/12/2025) memperluas perdebatan dengan menilai kerusakan ekologis Sumatera tidak terlepas dari maraknya izin pelepasan kawasan hutan pada masa itu. Data Greenomics Indonesia mencatat…
Read MoreBanjir Sumatera dan Pengakuan BNPB: Seruan Nasional Menguat, Sorotan Dunia Bertambah
SuaraDuniaNusantara.net — Banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi isu yang menggema hingga komunitas internasional. Pengakuan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau Tapanuli Selatan, Minggu (30/11/2025)—bahwa ia tak mengira skala kerusakan sebesar ini—memunculkan pertanyaan tentang kesiapan mekanisme nasional dalam menghadapi bencana besar, terutama di era perubahan iklim global. Di tingkat domestik, desakan untuk menetapkan status Bencana Nasional terus meningkat. Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, menyebut kondisi tiga provinsi telah memenuhi indikator darurat. “Banyak wilayah belum tersentuh bantuan,” ujarnya, Sabtu (29/11). Situasi ini menambah tekanan…
Read MoreKayu Gelondongan Sumut: Perbedaan Analisis yang Menguji Kredibilitas Lingkungan Indonesia
SuaraDuniaNusantara.net – Viral kayu gelondongan di jalur banjir Sumatra memunculkan diskusi antarwilayah dan antarnegara. Video dari Tapanuli hingga Padang memperlihatkan kayu besar tanpa ranting yang memicu pertanyaan tentang kondisi hutan Indonesia. Ahli matematika lulusan ITB, Alif Towew, melakukan analisis independen. “Katanya tumbang alami. Benarkah? Mari kita hitung,” ujar Alif. Ia mengajak publik membandingkan klaim pemerintah dengan temuan visual. Alif menjelaskan kayu lama akan mengapung tinggi karena kadar airnya berkurang. Banyak kayu terlihat mengapung tinggi, sehingga ia menilai indikasi kayu lama cukup kuat. Bentuk seragam kayu juga ia soroti sebagai tanda…
Read More441 Korban Tewas di Sumatera: Bencana Regional yang Menggugah Diplomasi Kemanusiaan
SuaraDuniaNusantara.net – BNPB memperbarui jumlah korban banjir dan longsor di Sumatera menjadi 441 orang per 1 Desember 2025. Lonjakan data ini terjadi setelah tim gabungan menembus sejumlah desa terisolasi. Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan pada Minggu (30/11/2025) bahwa data masih bergerak. “Angka bisa berubah karena banyak wilayah baru dapat dijangkau,” ujarnya dalam laporan resmi, Senin (1/12/2025). Sumatera Utara mencatat 217 korban meninggal dan 209 hilang. Aceh melaporkan 96 korban meninggal. Sumatera Barat mencatat 129 korban, termasuk 74 warga Agam. Bencana besar ini mendapat perhatian komunitas diaspora Indonesia yang tersebar di Asia,…
Read MoreRespons Besar Prabowo, Bantuan Menjangkau Komunitas Medan dan Wilayah Terpencil
SuaraDuniaNusantara.net – Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 membentuk lingkup bencana besar yang menarik perhatian banyak jaringan diaspora Indonesia. Ribuan warga mengungsi dan akses banyak titik terputus. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan mobilisasi nasional. Instruksi itu disampaikan Menko PMK Pratikno saat kunjungan lapangan ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga pada Minggu (30/11/2025). Pratikno menegaskan pengerahan seluruh kekuatan nasional. “Seluruh kekuatan nasional dikerahkan,” ujarnya. Model ini serupa dengan pola penanganan krisis yang pernah diterapkan dalam bencana-bencana besar beberapa tahun terakhir. Pemulihan infrastruktur…
Read More