Update kebakaran TPA Jatiwaringin menunjukkan fokus pemerintah kini tidak hanya pada pemadaman api, tetapi juga menyiapkan penyelidikan penyebab kebakaran serta evaluasi ratusan tempat pembuangan akhir di seluruh Indonesia setelah kondisi dinyatakan aman.
Update kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memasuki fase penanganan lanjutan. Meski proses pemadaman masih berlangsung, pemerintah pusat mulai menyiapkan langkah berikutnya berupa penyelidikan penyebab kebakaran dan evaluasi tata kelola tempat pembuangan akhir secara nasional.
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan proses investigasi belum dapat dilakukan karena seluruh tim masih memprioritaskan pemadaman serta pengendalian penyebaran asap.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah tetap melanjutkan operasi darat dan udara agar seluruh titik api segera padam.
KLH Fokus Pemadaman Sebelum Olah TKP
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Irjen Rizal Irawan, menjelaskan proses penegakan hukum baru dimulai setelah lokasi benar-benar aman.
“Fokusnya adalah pemadaman dan pencegahan penyebaran. Tidak mungkin juga kita olah TKP di sini untuk mencari penyebab kebakaran,” ujarnya.
Menurutnya, setelah api berhasil dipadamkan, tim akan kembali ke lokasi untuk mengusut penyebab pasti kebakaran yang telah berlangsung hampir sepekan.
Area Terbakar Berada di Luar Controlled Landfill
Yang menjadi sorotan, titik kebakaran disebut berada di luar kawasan controlled landfill yang telah diterapkan pemerintah daerah sejak memperoleh sanksi administrasi pada 2025.
KLH menjelaskan penerapan sistem penimbunan sampah terkendali memang masih berlangsung bertahap. Dari total luas sekitar 33 hektare, area yang berhasil ditata baru mencapai sekitar lima hingga enam hektare.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi pengelolaan TPA ke depan.
BNPB Perkuat Operasi Pemadaman
Sementara itu, BNPB melaporkan sekitar 40 persen area yang terbakar telah berhasil dipadamkan dan memasuki tahap pendinginan. Sisanya masih ditangani melalui operasi gabungan dari jalur darat maupun udara.
Selain mempertahankan dua helikopter water bombing, BNPB menambah dua unit lagi sehingga total empat helikopter mulai dioperasikan untuk mempercepat proses pemadaman.
Namun, operasi modifikasi cuaca belum dapat dilaksanakan karena belum tersedia awan hujan yang memadai. Meski demikian, satu pesawat OMC tetap berada dalam kondisi siaga.
Dampak Kebakaran Masih Dirasakan Warga
Kebakaran yang belum sepenuhnya padam masih berdampak terhadap masyarakat sekitar TPA Jatiwaringin. Sebanyak 232 warga mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari paparan asap.
Kelompok pengungsi terdiri atas orang dewasa, anak-anak, balita, lansia, ibu hamil, hingga penyandang disabilitas. Pemerintah daerah terus memantau kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat berlangsung.
Evaluasi Nasional Dimulai Agustus 2026
Selain menangani kebakaran di Tangerang, KLH telah menjadwalkan evaluasi terhadap sekitar 390 tempat pembuangan akhir di seluruh Indonesia mulai 1 Agustus 2026.
Evaluasi tersebut bertujuan menilai kepatuhan setiap pengelola TPA terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan, termasuk penerapan sistem controlled landfill.
Hasil evaluasi nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah lanjutan terhadap TPA yang dinilai belum memenuhi standar pengelolaan lingkungan.

