Dari Sumatera untuk Dunia: Bencana Besar Uji Ketangguhan Negeri dan Jaringan Solidaritas Global

Banjir Sumatera

SuaraDuniaNusantara.net – Banjir dan longsor yang melanda Sumbar, Aceh, dan Sumut sejak hujan ekstrem 22 November 2025 menunjukkan skala krisis yang melibatkan jaringan nasional dan global. Ribuan warga terjebak. Akses terputus. Bantuan bergerak lintas sektor.

Di Sumbar, tercatat 12 korban meninggal dan lebih dari 12.000 jiwa terdampak. Wakil Gubernur Vasko Ruseimy menyampaikan data tersebut Kamis (27/11/2025).

Pemerintah pusat merespons cepat. Presiden Prabowo memerintahkan percepatan evakuasi dan bantuan.
“Pak Presiden sudah perintahkan kami untuk serius menangani bencana ini,” ujar Menko PMK Pratikno.

Basarnas menggelar evaluasi teknis. Deputi Operasi Edy Prakoso menegaskan perlunya pemetaan ulang lokasi kritis.
“Rapat ini mengevaluasi langkah evakuasi dan mempercepat dukungan logistik,” katanya.

Aceh Timur mencatat 29.706 warga terdampak. Di Sumut, kerusakan jalan dan jembatan menghambat penyaluran bantuan.
Kepala Pusat Data BNPB Abdul Muhari memperingatkan potensi banjir susulan.

BNPB menyoroti urgensi satu data kebencanaan. Pesan Sekretaris Utama Rustian, dibacakan Deputi Andi Eviana (25/11/2025), menekankan pentingnya standar data terpadu.

Baca Juga :  Keluarga Eks Direksi ASDP Minta Presiden Pastikan Objektivitas Kasus Akuisisi

BMKG memprediksi hujan intensitas tinggi masih akan melanda.
Koordinasi BNPB, TNI, Basarnas, dan relawan menunjukkan kekuatan solidaritas nasional yang tersambung dengan jaringan global.

Bencana ini menjadi pengingat bahwa tantangan iklim tidak mengenal batas negara. Indonesia berperan penting dalam memperkuat kerja sama kemanusiaan kawasan. (*)

Related posts