Suara Dunia Nusantara – Kesehatan gigi berbasis AI dikembangkan tim dosen UGM melalui platform Denteksi yang mampu melakukan skrining hanya dengan foto dari ponsel.
Inovasi ini menawarkan pendekatan baru dalam pemeriksaan awal kesehatan gigi dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk menganalisis kondisi pasien secara cepat.
Denteksi cukup menggunakan tiga foto gigi dari sisi depan, atas, dan bawah untuk menghasilkan analisis kondisi gigi secara menyeluruh.
Cara Kerja Kesehatan Gigi Berbasis AI
Platform ini bekerja dengan memproses gambar yang diambil melalui kamera ponsel, kemudian dianalisis menggunakan algoritma berbasis AI.
Hasil analisis mencakup identifikasi kondisi gigi, termasuk deteksi karies serta gambaran umum kesehatan gigi pasien.
“Cukup foto bagian depan, atas, sama bawah, langsung kelihatan,” ujar pengembang Denteksi, Muhammad Fakhurrifqi.
Yang jadi sorotan, sistem ini juga dilengkapi fitur odontogram yang menampilkan rekam medis serta rekomendasi tindakan awal.
Akurasi dan Batasan Teknologi Denteksi
Dalam pengembangannya, Denteksi mencatat tingkat akurasi hingga 90 persen untuk skrining gigi sehat.
Sementara itu, akurasi untuk deteksi karies telah mencapai lebih dari 80 persen.
Meski demikian, pengembang menegaskan bahwa teknologi ini hanya digunakan untuk skrining awal, bukan sebagai alat diagnosis utama.
“Untuk penegakan diagnosis masih tetap butuh expert,” kata Rifqi.
Dalam konteks ini, peran dokter gigi tetap diperlukan untuk memastikan hasil pemeriksaan dan menentukan tindakan lanjutan.
Latar Belakang dan Pengembangan Platform
Pengembangan Denteksi bermula pada 2021 saat pandemi COVID-19, ketika akses konsultasi langsung dengan dokter gigi terbatas.
Pada awalnya, sistem ini menggunakan konsep konsultasi berbasis virtual dengan fitur komunikasi antara pasien dan dokter.
Seiring waktu, pengembangan difokuskan pada efisiensi dengan mengurangi jumlah foto dan menambahkan fitur analisis otomatis.
Dalam praktiknya, sistem ini mampu melakukan skrining hingga 100 anak dalam waktu sekitar tiga jam.
Pengakuan dan Implementasi Lapangan
Sejak dirilis pada 2022, Denteksi telah meraih sejumlah penghargaan, termasuk Indonesia Health Innovation Award untuk kategori mutu pelayanan kesehatan.
Platform ini juga digunakan dalam berbagai kolaborasi dengan organisasi dan fasilitas kesehatan, seperti Persatuan Dokter Gigi Indonesia dan Puskesmas Kebayoran Baru.
Dalam perkembangan selanjutnya, pengembang membuka peluang kolaborasi untuk memperluas penggunaan teknologi ini.
Dalam sudut pandang ini, kesehatan gigi berbasis AI menjadi salah satu pendekatan untuk menjawab keterbatasan tenaga dokter gigi di Indonesia.
Link Platform Skrining Kesehatan Gigi Berbasis AI: https://denteksi.senyumcerdas.id/
