Polres Garut Mulai Bedah Rumah Warga, Fokus Perbaikan Hunian Layak

Polres bedah rumah Garut

Suara Dunia Nusantara – Polres Garut memulai program bedah rumah tidak layak huni (Rutilahu) dengan membongkar rumah warga di Desa Samuderajaya sebagai langkah awal perbaikan hunian yang lebih layak.

Kegiatan ini berlangsung di Kampung Panumbangan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, dengan melibatkan Polsek Caringin dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Program ini menjadi bagian dari bantuan langsung Kapolres Garut kepada masyarakat.

Yang jadi sorotan, rumah milik Ibu Mimin yang sebelumnya berukuran 4×5 meter dinilai sudah tidak layak huni. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya pembongkaran untuk kemudian dibangun kembali.

Program Rutilahu ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat,” ujar Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto.

Pembongkaran Jadi Tahap Awal Pembangunan

Dalam pelaksanaannya, pembongkaran rumah menjadi langkah awal sebelum proses pembangunan dimulai. Rumah panggung yang sebelumnya ditempati dinilai tidak memenuhi standar kelayakan hunian.

Kondisi bangunan yang sudah rapuh menjadi pertimbangan utama untuk dilakukan perbaikan total. Dengan kata lain, program ini tidak hanya memperbaiki sebagian, tetapi membangun ulang dari awal.

Baca Juga :  Kemerdekaan Ramadan dan Diplomasi Sejarah di Ruang Publik

Di sisi lain, proses ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan rumah yang dibangun nantinya lebih aman dan nyaman bagi penghuni.

Yang kerap luput diperhatikan, tahap awal seperti pembongkaran menentukan kualitas pembangunan berikutnya.

Sinergi Polri dan Pemerintah Kecamatan

Kegiatan ini turut melibatkan unsur Forkopimcam Caringin, yang menunjukkan adanya kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah daerah.

Dalam konteks tersebut, program Rutilahu tidak hanya menjadi inisiatif institusi kepolisian, tetapi juga bagian dari kerja bersama lintas sektor.

Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini memperlihatkan upaya terintegrasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Artinya, program ini tidak berjalan sendiri, melainkan didukung oleh koordinasi antar lembaga di tingkat lokal.

Fokus pada Kesejahteraan dan Kualitas Hunian

Melalui program ini, Polres Garut menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat. Pembangunan kembali rumah diharapkan memberikan dampak langsung bagi kehidupan keluarga.

Rumah yang layak huni dinilai menjadi kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kesehatan dan kenyamanan.

Selain itu, program ini juga mencerminkan peran kepolisian yang tidak terbatas pada aspek keamanan.

Baca Juga :  Profil Tari Marjadi Ayu, DJ Medan yang Kini Terseret Narkoba

Yang patut dicatat, pelayanan kepada masyarakat kini mencakup berbagai aspek sosial, termasuk penyediaan hunian yang layak.

Kapolres Garut menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan bedah rumah menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Related posts