Dunia Internasional Soroti Bharat Bandh: Jutaan Diaspora Pantau Stabilitas India

Bharat Bandh

SuaraDuniaNusantara.net — Komunitas internasional dan diaspora India di seluruh dunia kini memfokuskan perhatian pada aksi “Bharat Bandh” yang melumpuhkan berbagai wilayah di India pada Kamis, 12 Februari 2026. Aksi mogok nasional yang melibatkan 300 juta pekerja dan petani ini memicu diskusi global mengenai keseimbangan antara keterbukaan pasar internasional dan perlindungan tenaga kerja domestik.

Isu utama yang menjadi sorotan dunia adalah penolakan terhadap Perjanjian Dagang Interim India-Amerika Serikat. Para petani yang tergabung dalam Samyukt Kisan Morcha (SKM) khawatir kebijakan ini akan mendisrupsi pasar pangan lokal. Di saat yang sama, reformasi 4 Kode Tenaga Kerja yang menggantikan 29 undang-undang lama dianggap oleh serikat buruh sebagai langkah yang melemahkan standar hak pekerja internasional di India.

Ini bukan sekadar mogok kerja, ini adalah pertahanan atas hak-hak yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun,” tegas Amarjeet Kaur, Sekretaris Jenderal AITUC pada 12 Februari 2026. Partisipasi masif ini telah menyebabkan gangguan signifikan pada sektor perbankan dan transportasi, yang turut memengaruhi arus logistik serta transaksi bisnis yang melibatkan mitra internasional.

Baca Juga :  50 Ribu Tentara AS Dikerahkan, Pemecatan Jenderal Jadi Risiko Baru

Diplomasi Perdagangan dan Proteksi Domestik

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Menteri Perdagangan dan Industri India, Piyush Goyal, memberikan pernyataan resmi untuk menenangkan mitra dagang dan publik. Pada 11 Februari 2026, ia menekankan bahwa pemerintah telah mengamankan sektor sensitif seperti susu dan biji-bijian. Goyal mengklaim kesepakatan dengan AS adalah langkah strategis untuk menempatkan ekonomi India lebih kompetitif di pasar global.

Namun, Hannan Mollah dari SKM dalam konferensi pers di New Delhi menuding pemerintah lebih berpihak pada kepentingan korporasi asing. Perbedaan pandangan ini menciptakan dinamika jurnalisme diplomasi yang kuat, di mana stabilitas internal India menjadi kunci bagi kepercayaan investor dunia. Sementara itu, layanan esensial tetap terjaga, menunjukkan komitmen kemanusiaan di tengah krisis industri yang melanda negara tersebut. *

Related posts