Arus Balik Gentong Ramai Lancar, Titik Sempit Masih Tersendat

lalu lintas gentong

suaradunianusantara.net – Lalu lintas gentong di Tasikmalaya pada arus balik Lebaran terpantau ramai lancar, meski sejumlah titik sempit masih mengalami perlambatan arus kendaraan pada Rabu (25/3/2026).

Pantauan sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB menunjukkan kendaraan roda dua, roda empat, hingga bus bergerak stabil tanpa antrean panjang di sebagian besar jalur.

Namun dalam praktiknya, kondisi tersebut tidak merata di semua titik. Beberapa lokasi dengan karakter jalan menyempit masih menjadi penyebab tersendatnya arus.

Titik Lancar Mendominasi Jalur Utama

Kelancaran lalu lintas gentong terlihat mulai dari depan Pos Lantas Panyusuhan, Ciawi. Arus kendaraan didominasi pelat nomor Z Tasikmalaya hingga D Bandung.

Di sisi lain, kondisi serupa juga tampak hingga Simpang Sukamantri. Kendaraan melaju tanpa hambatan berarti, bahkan tidak ditemukan antrean panjang.

Tak hanya itu, kawasan Lingkar Gentong bawah menunjukkan pergerakan yang relatif cepat. Kendaraan dapat melaju dengan kecepatan di atas 60 km/jam.

Kondisi ini berbeda dari situasi umum yang sering dipadati kendaraan saat arus balik Lebaran.

Baca Juga :  Kisah Duka Irene Sokoy Jadi Perhatian Nasional, Pemerintah Tegaskan Perbaikan Layanan Kesehatan Papua

Sementara itu, jalur dari Simpang Wage hingga Letter U Gentong juga terpantau lancar. Kendaraan menuju arah perbatasan Tasikmalaya-Garut tidak mengalami gangguan berarti.

Penyempitan Jalur Picu Perlambatan

Meski sebagian besar jalur lancar, perlambatan tetap terjadi di Simpang Pamoyanan. Titik ini menjadi pertemuan arus kendaraan dari dua arah berbeda.

Dengan kata lain, kendaraan dari Lingkar Gentong atas dan arah Ciawi bertemu dalam satu ruang yang terbatas.

Akibatnya, arus sempat tersendat meskipun tidak sampai menimbulkan antrean panjang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor geometris jalan masih berpengaruh besar terhadap kelancaran lalu lintas gentong.

Selain itu, kepadatan juga terpantau di wilayah Gentong atas. Berdasarkan pantauan di jalur selatan, arus kendaraan di titik ini masih mengalami penumpukan.

Titik Rawan Jadi Fokus Pemantauan

Petugas menaruh perhatian khusus pada titik-titik dengan potensi hambatan tinggi. Simpang Pamoyanan dan Gentong atas menjadi lokasi utama pengawasan.

Di lapangan, karakter jalur yang menyempit membuat arus kendaraan lebih rentan melambat, terutama saat volume meningkat.

Baca Juga :  Banjir Purbalingga Bukan Dampak Tambang: Penjelasan ESDM soal Lereng Gunung Slamet

Di waktu yang sama, petugas terus melakukan pengaturan untuk menjaga pergerakan kendaraan tetap stabil.

Pendekatan ini dilakukan agar perlambatan tidak berkembang menjadi kemacetan panjang.

Secara faktual, kondisi lalu lintas gentong menunjukkan pola yang tidak merata. Jalur utama cenderung lancar, sementara titik sempit masih menjadi sumber perlambatan.

Situasi ini menjadi perhatian dalam pengendalian arus balik, terutama menjelang potensi peningkatan volume kendaraan pada hari-hari berikutnya.

Related posts