Suara Dunia Nusantara – Pertumbuhan ekonomi Asia diproyeksikan melambat menjadi 5,1 persen pada 2026, turun dari 5,4 persen pada 2025, seiring meningkatnya tekanan global akibat konflik geopolitik yang berdampak pada harga energi dan rantai pasok. Proyeksi tersebut disampaikan Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam laporan Asian Development Outlook yang dirilis Jumat (10/4). Mengacu pada situasi terkini, perlambatan ini dipicu oleh dampak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang mengguncang stabilitas ekonomi global. Presiden ADB, Masato Kanda, menegaskan bahwa kawasan Asia dan Pasifik menghadapi ujian berat dalam menjaga momentum pertumbuhan di…
Read More