PSEL Bantargebang Bakal Punya Hutan 1,1 Hektar, Ini Rencananya

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto

PSEL Bantargebang bakal dilengkapi kawasan hutan seluas 1,1 hektar sebagai bagian dari proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi mengklaim desain fasilitas tersebut akan berbeda dari citra pabrik pengolahan sampah pada umumnya.

PSEL Bantargebang akan dibangun dengan konsep yang menggabungkan fasilitas pengolahan sampah modern dan kawasan hijau. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan hutan seluas 1,1 hektar di area proyek sebagai bagian dari pengembangan fasilitas tersebut.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan konsep pembangunan dirancang agar tidak menampilkan kesan kumuh yang selama ini kerap melekat pada lokasi pengolahan sampah.

Karena itu, desain bangunan dan kawasan pendukung akan dibuat lebih menarik serta terintegrasi dengan ruang hijau.

PSEL Bantargebang Dirancang dengan Konsep Modern

Tri menyebut fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL Bantargebang akan memiliki tampilan yang berbeda dibandingkan pabrik pengolahan sampah pada umumnya.

Menurutnya, konsep bangunan yang disiapkan bahkan dirancang dengan standar visual yang lebih modern.

Yang jadi sorotan, kawasan tersebut juga akan dilengkapi hutan seluas 1,1 hektar sebagai bagian dari lingkungan proyek.

Dalam konteks tersebut, Pemkot Bekasi ingin menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah yang tetap memperhatikan aspek estetika dan tata ruang kota.

Wali Kota Bekasi Akan Kunjungi Pabrik PT Wangneng di Tiongkok

Untuk memastikan konsep tersebut berjalan sesuai rencana, Tri Adhianto dijadwalkan mengunjungi fasilitas pengolahan sampah milik PT Wangneng di Tiongkok pada 26 Juni 2026.

PT Wangneng merupakan perusahaan yang akan bekerja sama dalam proyek PSEL Bantargebang.

Melalui kunjungan itu, Tri ingin melihat langsung sistem operasional serta desain pabrik yang telah dikembangkan perusahaan tersebut.

Selain itu, hasil kunjungan diharapkan menjadi referensi dalam pembangunan fasilitas serupa di Kota Bekasi.

DPRD dan Tokoh Masyarakat Ikut Dalam Kunjungan

Tri mengatakan rombongan yang berangkat ke Tiongkok tidak hanya berasal dari unsur pemerintah daerah.

Ia juga mengajak Ketua DPRD Kota Bekasi, Ketua Komisi II DPRD, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Menurutnya, langkah itu dilakukan agar berbagai pihak dapat melihat secara langsung konsep fasilitas pengolahan sampah yang akan menjadi mitra proyek PSEL Bantargebang.

Dengan demikian, para pemangku kepentingan memiliki gambaran lebih jelas mengenai rencana pembangunan yang akan dijalankan di Kota Bekasi.

Diharapkan Jadi Solusi Sampah dan Sumber Pendapatan

Selain berfungsi sebagai fasilitas pengelolaan sampah, PSEL Bantargebang juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

Tri menilai keberadaan proyek tersebut dapat membantu mengurangi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di Kota Bekasi.

Tak hanya itu, pengolahan sampah menjadi energi listrik diharapkan menciptakan nilai tambah bagi pemerintah daerah.

Faktanya, proyek ini diposisikan sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Selanjutnya, hasil kunjungan ke fasilitas PT Wangneng akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan konsep pembangunan PSEL Bantargebang sebelum proyek berjalan lebih lanjut.

Related posts