Digital Detox Sebelum Tidur Bantu Jaga Kesehatan Mata

Digital Detox Sebelum Tidur

Digital detox sebelum tidur dapat membantu menjaga kesehatan mata sekaligus meningkatkan kualitas istirahat. Pakar gaya hidup integratif Luke Coutinho menilai banyak orang masih keliru menganggap berpindah dari laptop ke ponsel sebagai bentuk istirahat.

Digital detox sebelum tidur menjadi salah satu kebiasaan yang disarankan untuk menjaga kesehatan mata dan memperbaiki kualitas tidur. Anjuran tersebut disampaikan pakar gaya hidup integratif Luke Coutinho berdasarkan pengalamannya menangani isu terkait tidur, stres, dan pemulihan selama lebih dari 15 tahun.

Menurut Coutinho, banyak orang merasa sudah beristirahat setelah menutup laptop kerja. Namun, mereka justru melanjutkan aktivitas dengan menggunakan ponsel dalam waktu yang cukup lama.

Akibatnya, mata tetap bekerja karena terus menerima paparan layar dalam jarak dekat.

Mata Tidak Pulih Jika Terus Menatap Layar

Coutinho menjelaskan pemulihan mata tidak terjadi hanya karena seseorang berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain.

Faktanya, mata tetap mengalami beban kerja ketika terus fokus pada layar ponsel, tablet, maupun komputer.

Dalam konteks tersebut, tubuh membutuhkan jeda, suasana yang lebih gelap, dan waktu tidur yang cukup untuk menjalani proses pemulihan secara optimal.

Karena itu, menghentikan penggunaan perangkat digital sebelum tidur dinilai lebih efektif dibanding sekadar mengganti jenis layar yang digunakan.

Hubungan Cahaya Malam dan Kualitas Tidur

Menurut Coutinho, berkurangnya paparan cahaya pada malam hari merupakan sinyal biologis penting bagi tubuh.

Kondisi tersebut membantu meningkatkan produksi melatonin yang berperan dalam mengatur waktu tidur.

Selain itu, ritme sirkadian tubuh juga dapat bekerja lebih baik ketika seseorang mengurangi paparan cahaya menjelang waktu istirahat.

Yang jadi sorotan, penggunaan mode malam pada perangkat elektronik tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah.

Sebab, fitur tersebut hanya mengurangi intensitas cahaya tanpa menghilangkan notifikasi, konten digital, maupun keterlibatan emosional saat menggunakan gawai.

Aturan 20-20-20 untuk Mengurangi Ketegangan Mata

Untuk membantu menjaga kesehatan mata, Coutinho menyarankan penerapan aturan 20-20-20.

Metode ini dilakukan dengan mengalihkan pandangan setiap 20 menit ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik.

Kebiasaan tersebut dapat membantu merilekskan otot mata yang terus bekerja saat fokus pada layar dalam jarak dekat.

Selain itu, ia juga menyarankan seseorang membiasakan diri berkedip secara sadar ketika bekerja di depan komputer atau perangkat digital lainnya.

Kebiasaan yang Disarankan Sebelum Tidur

Coutinho menganjurkan penghentian penggunaan layar yang tidak penting setidaknya satu jam sebelum tidur.

Tak hanya itu, ponsel sebaiknya dijauhkan dari tempat tidur untuk mengurangi dorongan membuka perangkat pada malam hari.

Di sisi lain, penggunaan pencahayaan yang lebih redup juga dapat membantu tubuh memasuki fase istirahat dengan lebih baik.

Ia juga menekankan pentingnya paparan sinar matahari pada pagi hari guna menjaga ritme sirkadian tetap seimbang.

Makanan Pendukung Kesehatan Mata

Selain perubahan kebiasaan digital, kesehatan mata juga dapat didukung melalui pola makan yang tepat.

Coutinho menyarankan konsumsi makanan yang mengandung vitamin A, lutein, dan asam lemak omega-3.

Beberapa contoh sumber nutrisi tersebut antara lain wortel, bayam, kacang kenari, biji rami, serta berbagai jenis sayuran berwarna.

Yang perlu digarisbawahi, pembatasan waktu layar rekreasional juga penting diterapkan pada anak-anak karena sistem tidur, perhatian, suasana hati, dan regulasi dopamin mereka masih berkembang.

Related posts