Rantai Pasok Kopdes Merah Putih Disiapkan Pangkas Margin Tengah hingga 40 Persen

Rantai Pasok Kopdes Merah Putih

Rantai pasok Kopdes Merah Putih menjadi fokus lanjutan pemerintah setelah evaluasi awal operasional. Presiden Prabowo Subianto menjelaskan target penghematan dan peningkatan keuntungan bagi petani serta konsumen.

Rantai pasok Kopdes Merah Putih kini menjadi perhatian pemerintah setelah Presiden Prabowo Subianto memaparkan arah pengembangan program tersebut. Selain memperbaiki fasilitas, pemerintah juga menargetkan perubahan sistem distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Dalam penjelasannya, Prabowo mengatakan tujuan awal pembentukan koperasi desa ialah mengurangi ketergantungan petani terhadap rentenir. Namun, hasil kajian pemerintah menunjukkan manfaat program ini jauh lebih luas dibanding perkiraan semula.

Yang menjadi sorotan, pemerintah menemukan rantai distribusi yang panjang membuat keuntungan petani dan konsumen berkurang. Selama ini hasil panen melewati sejumlah perantara sebelum akhirnya sampai ke masyarakat.

Prabowo Targetkan Keuntungan Petani dan Konsumen Lebih Besar

Prabowo menjelaskan alur distribusi selama ini dimulai dari petani, kemudian berpindah ke pengepul, distributor, subdistributor, pedagang grosir, hingga pedagang eceran sebelum mencapai pembeli akhir.

Menurutnya, hasil riset Kementerian Pertanian menunjukkan pihak perantara mengambil margin sekitar 30 hingga 40 persen. Akibatnya, bagian keuntungan yang diterima petani maupun konsumen menjadi lebih kecil.

Jadi yang dinikmati oleh petani hanya 30 persen, yang dinikmati oleh konsumen 30 persen, yang 40 persen dinikmati oleh middleman.

Karena itu, pemerintah menargetkan Kopdes Merah Putih hanya mengambil keuntungan sekitar 5 hingga 10 persen. Dengan skema tersebut, porsi keuntungan yang lebih besar diharapkan kembali kepada petani dan masyarakat sebagai konsumen.

Lebih jauh, Prabowo menyebut efisiensi rantai pasok berpotensi menghasilkan penghematan hingga Rp313 triliun. Bahkan, perputaran uang di masyarakat diperkirakan dapat meningkat hingga ratusan triliun rupiah apabila sistem distribusi berjalan sesuai rencana.

Related posts