Keraton Tanpa Otoritas Tunggal: Mengapa Negara Menitipkan Mandat ke Tedjowulan

Penyerahkan SK penunjukan Pelaksana Perlindungan Keraton Solo di Sasana Handrawina

suaradunianusantara.net – Pasca wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada 2/11/2025, Keraton Kasunanan Surakarta memasuki fase tanpa otoritas tunggal yang diakui bersama. Sengketa suksesi membuat kepemimpinan keraton terbelah, sementara kebutuhan pengelolaan cagar budaya tak bisa menunggu. Pada titik ini, penunjukan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjadi jawaban negara atas kekosongan otoritas tersebut. Kekosongan Kepemimpinan dan Risiko Pengelolaan Keraton Secara faktual, konflik antara KGPH Hangabehi dan KGPH Purbaya menciptakan situasi di mana tidak ada satu figur yang memiliki legitimasi penuh untuk mengelola keraton. Di lapangan, kondisi ini berdampak…

Read More