Suara Dunia Nusantara – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menyentuh level 17.663 per dolar AS pada perdagangan intraday Senin, 18 Mei. Angka tersebut menjadi rekor terendah sepanjang sejarah menurut data Bloomberg dan memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya tekanan global, terutama dari lonjakan harga energi dunia. Harga minyak Brent tercatat naik sekitar 1,9 persen hingga mencapai US$111,3 per barel. Kondisi itu langsung memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi pelebaran defisit fiskal Indonesia. Sebab ketika harga minyak meningkat, kebutuhan anggaran untuk subsidi energi…
Read More